Sidang Tipiring PKL, Satpol PP Kota Tangerang Ancam Pidana Kordinator Pungli

Sidang Tipiring Kec Karang Tengah

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kali ini bertempat di wilayah Karang Tengah, Satpol PP Kota Tangerang menggelar sidang Tipiring (tindak pidana ringan).

Sidang yang juga melibatkan pihak Kejari Tangerang, Pengadilan Negeri Tangerang dan Anggota Reskrim Polres Metro Tangerang Kota tersebut mengagendakan soal pelanggaran Perda Kota Tangerang bagi pedagang kaki lima di Kecamatan Karang Tengah.

Sidang Tipiring tersebut dipimpin langsung Hasanudin selaku Hakim, Agus Kurniawan selaku Jaksa Penuntut dan 9 Anggota Satpol PP Kota Tangerang selaku PPNS berlangsung di Aula Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang meyidangkan 52 pedagang kaki lima yang datang dari 56 pelangar.

Kabid Penegak Hukum Perda Daerah (Gakkumda) Satpol PP Kota Tangerang Kaonang, disela sidang mengatakan bahwa sidang tersebut dilakukan bagi para pedagang kaki lima yang melangar Perda Kota Tangerang.

“Pedagang ini melanggar Perda karena berjualan dibahu jalan. Dikhawatirkan kalau kecepatan mobil sedang tinggi bisa mengancam keselamatan mereka dan tentunya juga bisa mengganggu hak pengguna pejalan kaki,” ucapnya, kepada PenaMerdeka.com, Selasa (26/9/2017) kemarin.

Kaonang juga menjelaskan, sidang Tipiring tersebut merupakan inovasi baru di wilayah bagi para pelangar Perda Kota Tangerang.

“Nantinya hal seperti ini kita akan lakukan disetiap wilayah Kecamatan yang ada di Kota Tangerang secara berkelanjutan. Dan penempatan akan diadakan secara bergilir dinsetiap kecamatan berbeda,” ujarnya menjelaskan.

Kaonang menerangkan, Satpol PP tidak bisa memutuskan. Semuanya mutlak ada di tangan Hakim.

“Sidang Tipiring adalah kewengan hakim. keputusan terakhir ada di Hakim. Tapi apabila pedagang melakukan pelangaran lagi terancam mendapatkan pidana yang lebih berat lagi,” tegasnya.

Maka itu dilakukannya sidang ini supaya mereka mendapat efek jera. “Nantinya para pedagang itu bisa berjualan di tempatnya. Bukan di tempat yang memang sudah ada larangannya,” katanya.

Soal kerap adanya para pedagang berjualan kembali usai ditertibkan, tambah Kaonang menegaskan, nantinya bakal ada koordinasi kerja dengan Tramtib Kecamatan. Mereka yang punya wilayah lebih tahu kondisi di lapangan.

Saat disinggung pasca penertiban pedagang masih membandel lantaran ada oknum yang mengkoordinir pihak Satpol PP belum mendengar persoalan itu. Lagi pula menurutnya pihaknya belum mengantongi data soal kabar tersebut.

“Apabila memang ada pungutan liar (Pungli) mengkoordinir pedagang kembali ke tempat semuka. Aakan kita tindak, sebab Sidang Tipiring seperti ini kita bekerja sama dengan Reskrim. Apalagi persoalan itu sudah masuk ranah pidana, tapi untuk saat ini kita belum mendengar hal itu,” tandasnya. (aput)

Disarankan
Click To Comments