Menengok Sejarah dari Peringatan Haul Kesultanan Banten ke-491 

0 36

SERANG,PenaMerdeka – Rangkaian Kegiatan “Haul Kesultanan Banten ke 491” yang diselenggarakan oleh Kesultanan Banten bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Banten resmi dimulai Jumat (13/04/2017) kemarin pagi. Peringatan haul disebutkan sebagai pembangkitan sejarah dan wajah Banten.

Acara yang dipusatkan di komplek Yayasan Bhakti Banten, Jalan Sentul Pamarayan, Cikeusal, Serang, rencananya dimulai dari Jum’at hingga Minggu, 13-15 Oktober pada hari pertama, dimulai jalan santai yang dipimpin langsung oleh Sultan Syarief Muhammad Ash-Shafiuddin bersama 1000 (seribu) orang peserta yang berjalan diseputaran Kecamatan Cikeusal, Serang.

Sultan Syarief berharap dengan berjalan bersama-sama saat pembukaan Haul Kesultanan Banten ini masyarakat dapat memupuk kebersamaan, saling mengenal, dan tentu saja kesehatan terjaga.

“Jalan santai esensinya menyehatkan jasmani dan rohani, sebab al aqlu salim fi jismi salim, akal pikiran yang sehat terletak dalam tubuh yang sehat,” jelas Sultan Syarief.

Jadi menurutnya mari kita budayakan jalan sehat sambil melihat sekeliling kita yang mungkin membutuhkan bantuan dan pertolongan kita.

Setelah kegiatan jalan sehat selesai, yang ditutup dengan pembagian doorprize, rangkaian kegiatan Haul ke-491 Kesultanan Banten dilanjutkan dengan dzikir yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi.

Ketua Yayasan Bhakti Banten DR. Mufti Ali menjelaskan, Haul Kesultanan Banten ke 491 ini digagas langsung oleh Abuya Muhtadi, Ulama Kharismatik dan diselenggarakan bersamaan dengan Festival Bhakti Banten ke-3 yang selalu berlangsung meriah dan antusias masyarakat sangat tinggi.

“Selain dzikir haul kesultanan dan do’a bersama untuk saudara kita Muslim Rohingya yang dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi, ada kegiatan santunan bagi anak yatim,” jelas Mufti Ali yang juga merupakan Ketua Panitia sekaligus Ketua Yayasan Bhakti Banten.

Dikabarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Serang yang semula akan turut serta memeriahkan kegiatan, akhirnya mengurungkan niatnya berkontribusi di acara ini.

“Saya sangat menyayangkan sikap Pemkab Serang dalam acara Haul Kesultanan Banten, padahal sejarah Kesultanan Banten adalah bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan,” tegas Mufti Ali. (rhn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...