HUT RI 76

Buntut Insiden Kekerasan Polisi, Wartawan Demo di Polres Kota Serang

Insiden Kekerasan Polisi, Wartawan Demo di Polres Kota Serang

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Menyusul terjadinya insiden kekerasan yang menimpa seorang wartawan oleh sejumlah oknum polisi, puluhan pewarta melakukan unjuk rasa di depan Polres Kota Serang, Sabtu (21/10/2017).

Seperti diketahui Panji jurnalis asal Banten Pos saat itu dia sedang melaksanakan peliputan aksi mahasiswa di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, Kota Serang, Jumat  (20/10/2017).

Insiden kekerasan yang menimpa  Panji tepatnya saat ia ingin mengabadikan gambar,  tetapi sayangnya wartawan tersebut malah diinjak-injak diperlakukan semena mena. Panji bahkan diseret ke mobil patroli polisi berjenis sedan.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, wartawan meminta Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin untuk segera dicopot dari jabatannya. Karena dia dianggap bertanggung jawab atas perlakuan kekerasan anak buahnya itu.

Sebelumnya pernyataan sikap adanya tindak kekerasan aparat terhadap salah seorang wartawan oleh oknum aparat hukum tersebut, PWI Provinsi Banten menyebut bahwa itu bukan merupakan insiden kekerasan biasa.

Dalam pasal 8 UU No. 40/1999 tentang pers, bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum, bukan sebaliknya menjadi obyek insiden kekerasan aparat hukum.

Kata Firdaus, Ketua PWI Banten mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan yang secara semena-mena.

“Kami menuntut penuntasan kekerasan terhadap wartawan tersebut dengan segera, transparan, dan menindak tegas oknum aparat yang melakukan kekerasan itu,” ucap Firdaus.

Tandas Firdaus, PWI Banten  kendati demikian ia mengapresiasi iktikad baik Kabid Humas Polda Banten untuk hadir ke redaksi Banten Pos untuk meminta maaf secara langsung atas insiden kekerasan tersebut. (rhn)

Disarankan
Click To Comments