Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Di Tengah Minim Fasilitas, SDN Pondok Bahar IV Semangat Ikuti Ajang Adiwiyata

Dengan segala keterbatasan, jajaran kepengurusan SD ini terus semangat menjalankan program Adiwiyata.
0
SDN Pondok Bahar IV Semangat Ikuti Ajang Adiwiyata
Dengan segala keterbatasan, jajaran kepengurusan SD ini terus semangat menjalankan program Adiwiyata.

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Tak layak, hanya kata itu sepertinya yang pas di alamatkan untuk SDN Pondok Bahar IV, Kota Tangerang. Dengan segala keterbatasan, tetapi jajarannya semangat mengikuti program Adiwiyata.

Kondisi sengkarutnya fasiltas yang tak layak lantaran gedung sekolah itu berdiri di atas lahan yang luasnya hanya 300 m2 saja. Karuan saja semua fasilitas yang dimiliki serba kekurangan.

Dan lahan sekolah SDN Pondok Bahar IV tersebut dikabarkan juga bukan milik Pemkot Tangerang, masih berstatus waris dari tokoh di daerah setempat.

Sekarang ini kata dia menerangkan, fasilitas untuk proses belajar mengajar hanya memiliki empat ruang kelas termasuk di dalamnya ada ruang guru, tata usaha dan Kepala Sekolah.

Sekolah yang berada di Jalan KH Hasyim Ashari, Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang menurut Kepala SD Negeri Pondok Bahar IV, N. Dais, saat disambangi penamerdeka.com, mengatakan, dengan keterbatasan sarana dan prasarana diakuinya tentu hasilnya kurang maksimal.

“SDN Pondok Bahar IV terbatas dengan jumlah ruangan, kursi serta meja belajar. Itu juga yang membuat tidak maksimal, tapi kita tetap memberi materi pelajaran sesuai jadwal yang ditentukan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Maka itu dengan kondisi demikian, jajaran sekolah tetap memberi dukungan belajar yang tekun kepada siswa. Orangtua murid juga memiliki tanggung jawab yang sama, harus memberikan spirit belajar kepada anaknya.

Contohnya menurut N. Dais, meski ada keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana, pihaknya beserta warga sekitar sekolah semangat mengikuti ajang program Adiwiyata yang pada saat ini sedang digulirkan Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Meski kondisi SDN Pondok Bahar IV berbeda dari sekolah di Karang Tengah lainnya, kami tetap melaksanakan kegiatan Adiwiyata. Karena bagus untuk pola hidup siswa,” terangnya.

Lanjut dia, karena hanya memiliki tiga lokal yang digunakan tujuh ruang belajar, tentunya itu menjadi pertimbangan dan penghitungan bagi banyak pihak.

“Alhamdulillah sampai saat ini pembelajaran tetap berjalan dengan 13 guru dan 5 karyawan jadi seluruhnya ada 18, sedangkan peserta didiknya ada 211 peserta,” katanya.

Lebih dalam dirinya mengungkapkan, tiga lokal digunakan untuk tujuh rombe di SDN Pondok Bahar IV, menurutnya sangat tidak cukup dan kurang ideal untuk memberikan materi belajar kepada peserta didiki.

“Itu sangat tidak ideal, seharusnya yang ideal itu, satu ruang belajar untuk satu kelas, nah dengan keterbatasan lokal maka kita lakukan aturan jadwal pagi dan siang kepada siswa,” jelasnya.

Tentunya hal itu membuat miris bagi dirinya yang terkadang mendapat teguran dan dihujati pertanyaa-pertanyan dari warga sekolah secara lisan atau sindiran-sindiran orang tua murid.

“Karena orang tua murid SDN Pondok Bahar IV sangat berharap sekolah ini dapat direlokasi agar anak mereka bisa nyaman menimba ilmu dan tidak khawatir dengan kondisi fisik bangunan yang rapuh,” ujarnya.

Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang, agar memberi peluang supaya di relokasi.

“Memang warga juga meminta segera direlokasi. Selain faktor tadi, kelayakan kenyamanan juga menjadi faktor. Di sini bising lalulalang kendaraan karena lokasi SDN Pondok Bahar IV dekat dengan jalan raya,” tandasnya. (redaksi/tim)