Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

PBB: 8,4 Juta Warga Yaman Kelaparan

0 42

JENEWA,PenaMerdeka – Blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dibuka supaya lebih banyak bantuan sampai pada 8,4 juta warga Yaman terancam kelaparan. Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Jamie McGoldrick memperingatkan hal tersebut kemarin.

Koalisi Arab Saudi memblokade pelabuhan saat bulan lalu sesudah serangan rudal oleh pemberontak Houthi pada wilayah itu ke Riyadh. Koalisi Saudi beralasan blokade tersebut agar memutus suplai senjata dari Iran ke Houthi di Yaman. Blokade itu sudah dilonggarkan. Namun, situasi masih tetap memprihatinkan.

“Berlanjutnya blokade pelabuhan membatasi suplai untuk bahan bakar, makanan, dan obat-obatan, secara dramatis meningkatkan jumlah warga Yaman rentan yang membutuhkan bantuan,” ujar McGoldrick yang dilansir daei kantor berita Reuters.

Jumlah masyarakat yang terancam kelaparan tersebut meningkat dari perkiraan PBB sebelumnya ada sekitar 8 juta orang. PBB mengatakan krisis pangan yang sudah diakibatkan blokade sudah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Koalisi Arab Saudi menuduh Iran untuk mengirim persenjataan kedalam aliansinya Houthi, termasuk juga suku cadang rudal melalui Pelabuhan Hodeidah, Yaman, tempat masuknya pada sebagian besar suplai makanan.

Televisi Saudi memberitakan, satu delegasi pakar PBB sudah tiba di Riyadh agar bertemupasukan koalisi dan Pemerintah yang didukung koalisi supaya mencegah pengiriman senjata dan roket ke Houthi.

Iran pun menyangkal tuduhan itu menyuplai Houthi dengan persenjataan. Teheran mengungkapkan, tuduhan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi tersebut tidak berdasar serta tak memiliki bukti.

Arab Saudi intervensi di kota tersebut sejak 2015 setelah Houthi menguasai kota pelabuhan Aden dan memaksa Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi dan pemerintahannya pergi ke pengasingan dan warga yaman terancam kelaparan. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...