Mobilisasi Massa Pilkada Kotak Kosong PR KPU

BANTEN,PenaMerdeka – Mobilisasi massa supaya partisipasi pemilih signifikan saat perhelatan Pilkada dengan calon tunggal adalah pekerjaan rumah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lumrah, karena secara gamblang kontestasi memilih kepala daerah potensinya sudah tergambar calon pemenangnya.

Menurut Memed Chumaedi, pengamat politik asal Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) hal ini menjadi pekerjaan berat bagi penyelenggara seperti KPU dan Panwaslu.

Sebab kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ini menyebutkan, penyelengaraan Pilkada calon tunggal melawan kotak kosong nantinya masyarakat akan cepat menilai soal calon yang akan menjadi kepala daerah. “Pekerjaan terberatnya bagaimana sosialisasi KPU mengarahkan mobilisasi massa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ini menyangkut partisipasi,” kata Memed dikonfirmasi via telpon kepada PenaMerdeka, Rabu (10/1/2018).

“Kendati ini sudah kadung terjadi dalam perhelatan Pilkada di Banten ada kotak kosong tetapi ini menjadi faktor penyumbat demokrasi. Hal ini juga menjadi tanggungjawab bersama.”

Sosialisasi pelaksanaan dengan berbagai strategi seperti woro-woro, datang ke tomas, pemasangan atribut memang sejumlah sosialisasi menarik masyarakat datang ke TPS.

Anggaran puluhan miliar salahsatunya melakukan dengan mobilisasi massa untuk sosialisasi Pilkada. Yang tidak kalah penting adalah dalam penyelenggaraan Pilkada calon tunggal karena ada kepentingan lain sehingga dimenangkan oleh kotak kosong. Ke depan menjadi pelajaran perihal pelaksanaan demokrasi di Banten. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...