Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Distan Kabupaten Serang Sebut Program Gempita Tingkatkan Ekonomi Petani

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Dadang Hermawan soal Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) bentukan Kementrian Pertanian RI. Progresnya cukup signifikan bagi peningkatan ekonomi petani setempat.

Kata Dadang Hermawan, Gempita selain terlibat dalam budidaya tetapi ambil peran dalam kegiatan agribisnisnya dengan menyerap hasil panen petani jagung.

Kini menurut Dadang Gempita telah memiliki kelembagaan ekonomi petani sendiri dengan mendirikan Kelompok Usaha Bersama Gempita Jaya hasil bimbingan Badan penyuluhan dan SDM Kementrian pertanian.

“Mereka sekarang sudah mendirikan gudang penampungan jagung di Desa Jalud, Kecamatan Ciruas,” kata Dadang kepada penamerdeka.com, Jumat (2/2/2018).

Sekarang ini mudah-mudahan ekonomi petani dapat lebih meningjat lantaran selain adanya keberadaan gudang penampungan jagung kini sudah didukung Mesin dryer atau pengering jagung. Gempita secara swadaya menghimpun modal untuk membeli mesin box dryer berkapasitas 4 ton seharga Rp55 juta.

Sedangkan Dinas Pertanian untuk mendukung secara teknis, menurut Dadang, pihaknya menyiapkan kelengkapan alat mesin pertanian (alsintan). Seperti tracktor dan kemudahan akan pasokan jagung. Kita sudah berhasil mencetak pemuda untuk beragribisnis.

“Gempita dari awal membantu ekonomi petani, pasalnya sejak penyusunan Calon Petani Palon Lahan (CPCL) dalam program Upsus perluasan areal tanam Jagung sejak tahun 2017 hingga menjadi mitra bimbingan penampungan tani jagung selaku mitra agribisnis petani,” tandasnya.

Sebelumnya, dari lahan tidur Gempita Kabupaten Serang mendongkrak ekonomi petani dengan menampung sejumlah hasil panen pertanian sebagai mitra agribisnis

Koordinator Daerah Gempita Kabupaten Serang, Daddy Hartadi mengungkapkan, adanya Gempita bentukan dari Kementrian Pertanian saat ini banyak pemuda yang terjun kedunia pertanian.

“Khususnya budidaya tanaman jagung dan kedelai. Mereka menjadi petani jagung dang kedelai,” kata Daddy kepada penamerdeka.com, Rabu (31/1/2018) lalu.

Ini sangat bagus untuk mendongkrak ekonomi petani setempat. Polanya kata Daddy dengan memanfaatkan dan mengolah lahan tidur agar kembali produktif, dan nantinya melibatkan pemuda. Sekarang sudah 3 kali panen jagung di atas lahan sekitar 20 hektar.

Proses tersebut masih berlangsung dan dalam 1 hektar bisa menghasilkan 7 hingga 10 ton jagung tongkolan. Selanjutnya setelah melewati proses pipil sebagai standar kualitas feed mill hasilnya kita pasok ke perusahaan produk pakan.

“Hasil dari petani jagung Gempita menampung panennya kemudian kita proses pipil pengeringan sampai kadar air 15 persen sesuai standar kualitas feed mill,” ucapnya.

Untuk itu supaya lebih produktif lagi, dan meningkatkan ekonomi petani tahun 2018 ini Gempita akan mengusulkan program CPCL seluas 585 hektar. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan