Zulfikar Demokrat

Dua Hal Penting Ini Diharapkan Pacu Wonderful Indonesia

Keberhasilan Tasia dan Gracia menjuarai MKR 2016 dengan masakan Indonesia serta adanya kebijakan bebas visa bagi turis Australia, menjadi dua hal yang diharapkan mendatangkan lebih banyak pengunjung Festival Wonderful Indonesia di Sydney hari Sabtu dan Minggu (30 April dan 1 Mei 2016).

Ini adalah Festival Wonderful Indonesia kedua yang diselenggarakan di Australia, setelah Festival serupa diselenggarakan di Melbourne bulan November lalu.

Festival di Sydney ini akan dilangsungkan di Tumbalong Green, Darling Harbour. Di halaman Facebook Wonderful Indonesia hari Jumat (29/4/2016), panitia penyelenggara mengatakan Tasia dan Gracia akan muncul sebagai bintang tamu.

Ketika dihubungi wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya, sehari setelah kemenangan Tasia dan Gracia, Nita Lanasier dari pihak penyelenggara saat itu mengatakan mereka tidak bisa mengundang Tasia dan Gracia untuk ikut tampil di Sydney karena keterbatasan waktu.

“Namun kami sudah menghubungi Tasia dan Gracia untuk tampil di Festival Wonderful Indonesia yang akan diselenggarkan lagi di Melbourne bulan November.” kata Nita Lanasier awal pekan ini.

Sekarang tampaknya panitia bisa memastikan kehadiran Tasia dan Gracia ke Sydney. Kedatangan mereka pasti akan disambut pengunjung yang hadir. Masih belum diketahui apakah Tasia dan Gracia juga akan menampilkan demo memasak dalam acara tersebut.

Menurut Nita, mereka juga sebenarnya bermaksud menghadirkan Reynold Poernomo, peserta MasterChef Australia 2015, yang sebelumnya juga tampil di Wonderful Indonesia di Melbourne. Namun Reynold yang sekarang baru membuka cafe bernama Koi, tidak bisa meluangkan waktunya.

“Kami akan menampilkan peserta Masterchef yang menjadi runner up di seri kedua, Callum Hahn untuk menampilkan demo memasak.” kata Nita.

Selain Callum Hahn, kelompok penyanyi asal Australia Justice Crew juga akan tampil lagi di Sydney setelah sebelumnya juga tampil di Melbourne.

Panitia penyelenggara berharap festival yang dilangsungkan dua hari tersebut akan dikunjungi sekitar 20 ribu orang.

Menurut Nita, Departemen Pariwisata Indonesia sudah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal Australia.

Dua hal yang baru dilakukan adalah pembebasan visa bagi warga Australia yang ingin mengunjungi Indonesia sejak bulan Maret lalu, dan penghapusan ijin Pengajuan Ijin Kapal Untuk Masuk ke Indonesia (CAIT).

Menteri Pariwisata Dr Arief Yahya mengatakan bahwa dua tindakan tersebut ditambah lagi pembukaan beberapa rute baru untuk kapal pesiar dan 10 destinasi baru di Indonesia selain Bali, diharapkan akan meningkatkan jumlah turis asal Australia.

“Dengan adanya penghapusan beberapa peraturan tersebut, langkah berikutnya adalah memperkenalkan berbagai budaya dan destinasi di Indonesia kepada warga Australia. Indonesia memiliki 17 ribu pulau dan 726 bahasa berbeda, dan merupakan salah satu negara yang memiliki budaya paling bervariasi di dunia, namun banyak warga Australia yang mengetahui bahwa Indonesia hanya tahu Bali saja.” kata Arief Yahya.

kanal partai gerindra
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Komentar telah ditutup.

nunc venenatis, sem, in felis et, id ut luctus