TEHERAN,PenaMerdeka – Iran menyatakan Amerika Serikat (AS) hanya mengenal bahasa kekerasan atau kekuatan saja. Kendati demikiam, untuk dapat membuat AS mendengarkan yang dikatakan dunia internasional, cara baik-baik harus dilupakan.

Pemimpin Parlemen Iran, Ali Larijani mengatakan kesepakatan nuklir Iran menyerukan Teheran agar menyerahkan 98 persen dari uraniumnya yang diperkaya, serta mengizinkan inspeksi internasional atas fasilitas nuklir sebagai imbalan pencabutan sanksi.

“Tampaknya kita hanya dapat berbicara dengan orang Amerika dalam bahasa kekerasan dan tidak ada solusi lain lagi,” kata Larijani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today.

Larijani juga mengatakan setiap upaya Donald Trump membongkar kesepakatan nuklir hanya berfungsi untuk menyatukan orang-orang Iran dan mendorong Iran melanjutkan jalan Revolusi Islam dengan kuat di belakang kepemimpinan pemimpin yang tertinggi.

Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran, menyerukan Teheran agar menyerahkan 98 persen dari uraniumnya yang diperkaya dan mengizinkan inspeksi internasional atas fasilitas nuklirnya, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Trump berulang kali mengecam kesepakatan ini sebagai tak efektif dan menuduh Teheran melanggar perjanjian. Namun, negara-negara Eropa mengatakan kesepakatan tidak boleh ditinggalkan, dan menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Teheran sejauh ini sudah sepenuhnya mematuhi komitmennya berdasarkan perjanjian.

“Sejauh ini kami sudah berkomitmen dengan berdasarkan perjanjian. Nampaknya kita berbicara kepada AS ini bisa hanya dengan bahasa kekerasan,” lanjutnya. (PenaMer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *