Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Krisis Etnis Rohingya, Sekjen PBB Minta Myanmar Selesaikan

Etnis Rohingya teraniyaya

NEW YORK,PenaMerdeka – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mendesak Myanmar agar menghentikan tindakan militer dan kekerasan terhadap etnis Rohingya dinegara bagian Rakhine. Guterres menegaskan jika kekerasan terus berlanjut oleh pasukan keamanan kepada minoritas Muslim sama sekali tak dapat diterima.

“Situasi kemanusiaan tersebut memang sangat memprihatinkan sekali,” tutur Guterres kepada wartawan di sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York seperti dilansir dari Anadolu, Kamis (14/9/2017).

“Saya meminta pada pihak berwenang Myanmar agar menghentikan tindakan militer, mengakhiri kekerasan, menegakkan supremasi hukum, dan mengakui hak etnis Rohingya untuk mengembalikan semua orang yang harus meninggalkan negara tersebut,” tegas Guterres.

Menurut PBB, pada sejak 25 Agustus lalu, lebih dari 370 ribu kaum tersebut sudah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine menuju ke Negara Bangladesh.

Para pengungsi itu melarikan diri dari operasi keamanan baru di mana pasukan keamanan dan gerombolan Buddha membunuh pria, wanita dan termasuk juga anak-anak. Mereka juga membajak rumah dan membakar desa tersebut. Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 kaum tersebut tewas dalam tindakan kekerasan tersebut.

Etnis Rohingya, yang digambarkan oleh PBB pada sebagai orang-orang yang paling teraniaya didunia. kaum tersebut menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan yang terus menerus tersebut sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012 lalu. (hisyam/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan