Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Ini Janji Dindik Kota Tangerang Soal Hak Pendidikan Anak Aras

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Terkait hak pendidikan anak Muhammad Arasy Arifin (45) alias Aras salah satu warga di Jalan Gempol Raya, RT 01/02 Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menurut UPT Pendidikan Pinang akan mensuport soal fasilitas pendidikannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keenam anak Aras sampai sekarang belum bersekolah karena tidak memiliki administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP dan Akte Kelahiran.

Meiwandi Rasul, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Pinang mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang mensuport dan menangani permasalahan hak pendidikan warga miskin di Kunciran Induk tersebut.

“Kita siap mensuport pendidikannya, cuma kalau bicara syarat untuk masuk sekolah itu harus ada Akte Kelahiran, KK dan KTP orang tua, itu untuk dimasukan kedalam dapodik online, dengan minimal umur enam tahun setengah, maka saya juga mengapresiasi Pak Camat Pinang yang sudah membuatkan administrasinya,” terang Meiwandi.

Dia melanjutkan, penanganan untuk pendidikan warga miskin itu akan dilakukan setelah adanya pembukaan Penerimaan Peseta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) pada bulan Juli mendatang.

“Tapi tergantung keluarganya hak pendidikan nanti mau di sekolahkan dimana, kalau memang mau masuk Taman Kanak-kanak (TK-red) kita akan Koordinasikan kepada Kabid TK dan Paud, sedangkan untuk SD kita akan koordinasikan kepada Pak Nana selaku Kabid SD di Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Lebih dalam ia mengatakan, dari keenam anak Aras ada dua yang usia sekolah. Sedangkan sisanya belum bisa masuk usia sekolah.

“Paling yang pertama sama dengan yang kedua, soalnya yang lain masih kecil-kecil, jika dihitung secara normal anak-anaknya baru kelas tiga dan kelas dua SD, sedangkan untuk TK satu orang,” tandasnya.

Sementara Nana Supiana, Kabid Pembinaan SD Dindik Kota Tangerang mengungkapkan, pihaknya akan mengintervensi soal hak pendidikan anak anak keluarga Aras. Hanya saja dalam persoalan ini dibutuhkan sejumlah dinas terkait lainnya.

“Ini kan persoalan mindset keluarga, Dinsos juga harus bisa merubah pola pikir keluarganya, sementara Dindik mengurusi sekolahnya. Semuanya memang bisa jadi lantaran pemikiran orangtua yang minim, sebetulnya pihak pemerintah memfasilitasi sekolah gratis,” ucap Nana kepada penamerdeka.com, Senin (21/5/2018).

Kita sudah melakukan pendataan kepada anak anak tersebut sesuai dengan tingkatan sekolah. Tahun ajaran baru hampir bisa dipastikan bisa masuk sekolah. Hak pendidikan mereka sebagai keluarga tak mampu akan terpenuhi. Cuma sekali lagi semuanya kembali lagi kepada pihak orangtuanya.

Seperti diketahui hasil pernikahan Aras dan Yulianti (50) telah dikaruniai enam orang anak. Mereka adalah Raja Wahyu Arfin kelahiran tahun 2018, Rizki Amelia (2018), Maharani Gifti (2010), Bintang Erlangga Samptahadi (2011), Dewa Elang Samudra (2014), Dewi Cipta Negara (2017). (aputra/hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan