Fasilitas Sel Mewah, Tahanan Sukamiskin Orang Kaya, Petugas Digoda Ratusan Juta

JAKARTA,PenaMerdeka – Tertangkapnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, siapapun tergoda bakal memberikan fasilitas sel mewah lantaran digoda sogokan ratusan juta.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami pada Minggu (22/7/2018) kemarin, mengungkap adanya pemberian fasilitas kamar sel yang tidak wajar kepada napi.

“Ada pemberian fasilitas sel mewah bagi napi dalam sidak yang dilakukan dirjen dan jajaran, memang ditemukan barang barang yang tidak sepatut dan sepantasnya,” kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (23/7/2018) lalu.

Menurutnya dalam penanganan warga binaan harus ada klasifikasi. “Narapidana narkoba dikumpul dengan narapidana narkoba, napi tipikor dikumpul dengan napi tipikor, narapidana teroris dikumpul dengan narapidana teroris.”

“Tapi khusus tipikor itu jadi persoalan ini yang kita lihat kajiannya, mungkin petugas kita ini digoda 10 juta enggak mempan, 20 juta-30 juta enggak mempan, sekalian aja 100 juta langsung goyang dia, langsung mabok dia. Akhirnya berikan fasilitas sel mewah,” jelas Yasonna.

Di dalam Lapas Sukamiskin berisi orang-orang yang berasal dari kalangan atas atau orang kaya. Tetapi kalau Kalapas mandek, seharusnya pimpinan yang di atasnya bertugas untuk melakukan pengawasan. Kondisi ini tidak dilakukan dan berjalan dengan baik.

“Maka dari itu harus saling bertanggung jawab, tingkat kadivpas dan kakanwil harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Menyusul penangkapan OTT KPK kepada Kalapas Sukamiskin lantaran memberikan fasilitas sel mewah dan napi yang diduga bisa keluar masuk Lapas, Kemenkumham secara resmi mencopot Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Indro Purwoko dan Kadivpas Jawa Barat Alfi Zahrin. (deden)

Disarankan
Click To Comments