Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Awas! Selfie Bareng Teman Picu Ketularan Kutuan di Kepala

42

JAKARTA,PenaMerdeka – Bagi Anda yang gemar selfie harus hati-hati. Pasalnya aktifitas yang kini menjadi tren ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan, yaitu menyebabkan munculnya kutu di kepala Anda. Misalnya kalau melakukan selfie bareng teman.

Dr. Shari Sperling, Dokter kulit bersertifikat sekaligus pendiri dan direktur medis Sperling Dermatology mengatakan, aktifitas ini bersama teman-teman bisa menyebabkan kepala menjadi kutuan.

Kutuan ini disebabkan karena salah satu diantara mereka mempunyai kutu. Hal seperti ini dapat membuat kutu berpindah tempat saat selfie bareng.

“Aktifitas ini apabila dengan banyak orang memerlukan kontak dengan jarak yang cukup dekat supaya tetap berada dalam bingkai lensa dari foto kamera,” terang Dr. Shari.

Mengutip dari ReadersDigest, jika mereka mengambil foto sekaligus banyak, maka dari itu semakin lama kontak langsung antara kepala ke kepala semakin dekat.

“Apabila secara teori, semakin tinggi kemungkinan penularan kutu dari satu kepala ke kepala lain semakin kuat jika melakukan aktifitas ini terlalu lama,” cakapnya.

Bahkan, perkiraan pusat untuk pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) menyatakan, sekitar 6 juta sampai dengan 12 juta anak mempunyai kutu yang banyak akibat selfie bareng ini.

Penelitian di Oxford, dari 202 anak-anak di Inggris yang mempunyai smartphone atau tablet dua kali lebih tinggi memiliki kutu dibandingkan mereka yang tak memiliki smartphone.

Nahasnya, kutu di kepala itu sangat sulit dibasmi. Penelitian pada tahun 2016 menunjukkan, sebesar 95% kutu kepala yang dikumpulkan adalah kutu super. Sebagai pencegahan, sebaiknya hindari kontak antar kepala saat bermain bersama teman.

Dr. Shati menghimbau agar hindari bersandar bersama untuk mengambil foto atau melihat ponsel, tidak berbagi topi, helm, headphone dan bantal. Cara seperti ini dapat mencegah anak terkena kutu.

“Mereka sudah diidentifikasi di 48 negara bagian akibat selfie bareng. Mereka adalah hasil dari yang mengobati kutu biasa dengan tak benar ataupun dengan kesalahan diagnosis kutu,” pungkasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...