Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Kepsek Pondok Kacang Barat Tangsel Bantah Lakukan Pungli Pendidikan

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Narsum, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Kacang Barat 03, Kota Tangsel, membantah soal tudingan melakukan pungutan (Pungli) pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Menurut Narsum bahkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan orang tua murid di Aula Serba Guna SDN Pondok Kacang Barat 03, Pada Selasa (5/9/2018) lalu.

Narsum menegaskan, terkait laporan pihak ketiga tentang adanya dugaan pungli pendidikan di sekolah, memang akhirnya ia dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel.

“Iya, benar saya dipanggil oleh Dinas, namun saya jelaskan di sana. Kalau di sekolahnya tidak ada pungutan kepada orang tua murid,” terang Narsum saat dijumpai penamerdeka.com.

Narsum menambahkan, tuduhan yang dilakukan pihak ketiga terhadap sekolahnya, adalah pungutan sebesar Rp80 ribu perbulan dari orang tua murid.

“Itu tidak ada dan tidak benar, yang dilaporkan bukan hanya sekolah saya saja. Ada SDN Kademangan 1, Ciputat dan ada sekolah lainnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihak ketiga jika ingin melakukan laporan kepada Dinas, alangkah baiknya melakukan pengecekan dahulu ke sekolah yang ingin dilaporkan.

“Harusnya cek dulu kebenarannya, maka saya meminta kepada lembaga manapun jika ada temuan sikapilah dengan bijak, jangan asal buat laporan saja,” ungkapnya.

Narsum melanjutkan, dengan adanya laporan pungli pendidikan di sekolah itu, dapat menganggu proses mengajar dan membuat resah para orang tua murid.

“Proses belajar kami jadi terganggu, terutama orang tua murid yang merasa resah. Maka saya berharap siapa pun mereka sikapilah dengan bijak jangan cuma katanya katanya,” tegasnya.

Sementara Muhidin, Ketua Komite SDN Pondok Kacang 03 mengatakan, pihaknya terkejut dengan adanya surat pemanggilan terhadap sekolahnya.

“Saya sangat terkejut dengan surat pemanggilan itu, kami dilaporkan melakukan pungli pendidikan di sekolah. Sejak kapan kami melakukan pungutan sebesar Rp80 ribu, itu tidak benar,” tandas Muhidin.

KMPP Kota Tangsel sebelumnya dikabarkan sudah melakukan audiensi pada Kamis 7 September 2018 lalu ke Dindikbud Kota Tangsel supaya persoalan dugaan pungli di sekolah segera diselesaikan. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...