Ads Helmi Halim

Putin: FSB Hentikan Jaringan 600 Mata-mata Sepanjang 2018

0 235

MOSKOW,PenaMerdeka – Vladimir Putin, Presiden Rusia menyatakan bahwa Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menghentikan jaringan 600 mata-mata asing sepanjang tahun 2018.

Ratusan mata-mata asing tersebut terdiri atas agen-agen intelijen juga para informan yang beroperasi dari wilayah Rusia.

Melansir dari lansir AFP, Sabtu (9/3/2019), hal ini disampaikan Putin saat berpidato di hadapan FSB pada Rabu (6/3/2019) waktu setempat.

Putin pernah memimpin FSB sebelum menjadi Presiden Rusia. Ditegaskan bahwa saat ini badan-badan intelijen asing semakin meningkatkan aktivitas di wilayah Rusia.

“Badan kontraintelijen bertindak efektif dan ofensif. Terima kasih untuk operasi khusus yang sukses, aktivitas 129 mata-mata dan 456 informan dihentikan pada tahun 2018,” tegas Putin.

Putin mengatakan, badan intelijen asing tengah berusaha meningkatkan aktivitas mereka di wilayah Rusia, guna mencari akses untuk mendapat informasi politik, ekonomi, ilmiah dan teknologi.

“Mereka berupaya mempengaruhi proses politik terkait di negara kita. Oleh karena itu, kinerja intelijen harus efisien, khususnya produksi sistem persenjataan Rusia,” tutup Putin.

Badan keamanan dan intelijen Rusia tergolong jarang menjadi pemberitaan global dalam beberapa tahun terakhir ini.

Rusia sendiri dituduh mencampuri pemilu di beberapa negara dan dituduh memerintahkan pembunuhan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal dengan racun di Inggris.

Akhir tahun lalu, FSB berhasil menangkap seorang warga negara Amerika Serikat (AS) Paul Whelan, mantan Marinir AS, yang dicurigai terlibat spionase.

Otoritas Rusia diketahui bahwa Whelan kedapatan mempunyai material rahasia saat dia ditangkap di Moskow. Penahanan Whelan ini langsung diprotes otoritas AS. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...