Sidang Kasus Tanah di Kota Tangsel, Pengamat: Tergugat Kerap Mangkir Bisa Upaya Paksa

0 26

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Pemerhati hukum Banten yang tergabung dalam Komisi Advokat Daerah (KAD) soal kerap mangkirnya pihak Tergugat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada sidang kasus tanah di Kota Tangsel milik Nasih Enah disebut tidak menghormati lembaga peradilan.

Diketahui, lokasi lahan dengan luas 540 m2 yang sedang diperkarakan itu berada di Jalan Gelatik RT 06 RW 01 Kelurahan Sawah, Ciputat, Kota Tangsel.

Dukabarkan sebelumnya, tergugat Sri Mulyani Bin Toha Kardjoni melalui kuasa hukumnya mengatakan, absennya pihaknya di sidang ke 14 lantaran sejumlah kesibukan.

“Apabila dalam persidangan itu dibutuhkan sebuah keterangannya yang ada kaitannya dalam unsur perkara, sekalipun ia unsur pemerintah. Adapun salah satu pihak mangkir dalam agenda sidang, kita bisa mengajukan kepada pengadilan untuk menggunakan upaya paksa,” ungkapnya, Selasa (30/7/2019).

Lanjutnya, keterangan yang berkaitan dalam pokok perkara dapat segera dihadirkan, guna menyelesaikan permasalahan pada sidang yang sudah berjalan 14 kali tersebut.

“Upaya ke tingkat pengadilan itu intinya cuma satu, yakni penyelesaian. Jika salah satu tidak hadir dalam sidang itu sama saja dengan tidak menghormati lembaga peradilan. Oleh sebab itu majelis hakim memiliki kewenangan penuh untuk mengambil tindakan selanjutnya,” imbuhnya.

Jika salah satu pihak tadi sering absen, itu berarti ada indikasi tertentu. Patut dicurigai dan dipantau. Bahwasanya, ada upaya mengabaikan lembaga peradilan. Dan majelis hakim bisa memutuskan dalam pokok perkara. (rd/sg

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...