HGN ads Bekasi

Diculik Abu Sayyaf, Tiga Nelayan Indonesia Minta Tolong Jokowi

0 213

KINABALU,PenaMerdeka – Tiga nelayan Indonesia diculik dan disandera Abu Sayyaf, kelompok bersenjata yang terkenal kejam di Filipina. Ketiga warga negara Indonesia (WNI) itu meminta bantuan kepada bos mereka dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dibebaskan.

Ketiga WNI diculik di Lahad Datu, Sabah, dua bulan lalu. Kelompok penculik menuntut tebusan uang sekitar 30 juta Peso atau lebih dari Rp8,3 miliar untuk pembebasan mereka.

Permintaan bantuan disampaikan salah satu korban melalui rekaman video yang dirilis di Facebook pada Sabtu lalu.

Ketiganya diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani (48) putranya Muhammad Farhan (27) dan rekan mereka Samiun Maneu (27). Mereka diculik orang-orang bersenjata dari kapal pukat yang terdaftar di Sandakan di perairan Tambisan.

Dalam video dengan berdurasi 43 detik, Samiun mengidentifikasi dirinya dan dua rekannya sebagai WNI dan telah bekerja di Malaysia.

“Kami ditangkap oleh Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September2019,” kata Samiun yang berbicara dalam Bahasa Indonesia dalam video tersebut.

Melansir dari The Star, Kamis (21/11/2019), mereka memohon kepada dua majikan mereka untuk mengamankan kebebasan mereka.

“Kami meminta presiden Indonesia untuk membantu membebaskan kami. ASG (Abu Sayyaf Group) menuntut 30 juta peso sebagai tebusan,” katanya.

Seorang anggota keluarga dari salah satu korban telah menerima permintaan tebusan serupa sebelum video dirilis.

Pejabat polisi Saba, Datuk Omar Mammah, mengutip keterangan kepolisian Filipina mengatakan para penculik juga telah membuat permintaan semacam itu beberapa beberapa hari setelah penculikan.

Omar Mamah tidak mengungkapkan jumlah tebusan yang diminta kelompok Abu Sayyaf. Menurutnya, polisi tidak memenuhi permintaan tersebut. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE