HUT RI 76

Sebelum Kirim Pesawat Indonesia, Maskapai Asing Diminta Semprot Disinfeksi Dulu

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta meminta maskapai asing yang akan melakukan perawatan di Indonesia terlebih dahulu dilakukan disinfeksi sebelum mengirim pesawatnya.

Disinfeksi tersebut bertujuan agar pesawat steril dari virus yang mungkin dibawa oleh penumpang.

“Itu sudah sesuai dengan Undang-Undang Karantina Kesehatan Nomor 6 tahun 2018 menyatakan alat angkut yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi yang sehat yaitu tidak mengandung aktor risiko kesehatan. Termasuk kebersihan lingkungan pesawat dan untuk saat ini pesawat harus dipastikan bebas dari bakteri dan virus,” papar Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Sutjipto, di Hangar 2 Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Tangerang, Jumat (6/3/2020).

Selain itu, Sutjipto juga mengimbau kepada pihak GMF Aero Asia untuk melakukan disinfeksi saat pesawat itu tiba di Indonesia, sebelum pekerja GMF melakukan perawatan dan pemeriksaan di dalam pesawat.

“Pastikan untuk melakukan disinfeksi terlebih dahulu sebelum melakukan maintenance (pemeliharaan). Itu untuk melindungi karyawan yang akan melakukan pekerjaan. Setelah itu baru bisa dilakukan pemeliharaan seperti biasa” jelasnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan, disinfeksi juga harus dilakukan setelah pemeliharaan pesawat selesai dilakukan dan sebelum dikirim lagi ke negara asal.

“Pada tahap akhir dilakukan disinfeksi ulang sebelum pesawat diserahkan ke konsumen. Untuk menyakinkan bahwa pesawat yang telah kita serahkan itu benar-benar dalam kondisi siap pakai dan tidak terpapar virus dan bakteri apapun,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama GMF AeroAsia, Tazar Marta Kurniawan menyatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pemeliharaan sebanyak 18 pesawat asal luar negeri.

Ia menuturkan, pihaknya pun telah melakukan penyemprotan cairan desinfektan yang telah direkomendasikan untuk penerbangan. Yaitu Appled 3471 dan Isoprophyl dengan kadar alkohol 70 persen.

“Sejak dimulainya isu (virus korona) tersebut sekitar Januari 2020, hingga 5 Maret, ada 18 pesawat yang merupakan konsumen kita yang datang dari negara-negara terdampak dan hendak melakukan perawatan airframe maintenance di GMF, yang begitu tiba di hanggar GMF, langsung dilakukan langkah desinfeksi,” ungkap Tazar.

Tazar menjelaskan, proses disinfeksi dilakukan untuk 19 pesawat Garuda Indonesia dan 13 pesawat Citilink Indonesia. Skemanya adalah, ketika pesawat costumer datang, body hingga kabin pesawat langsung desinfeksi.

“Bila yang datang adalah pesawat berbadan besar maka akan ada 10 orang yang bertugas menyemprotkan cairan desinfektan itu, bila pesawat berbodi narrow, maka cukup 5 petugas saja,” katanya.

Tazar memastikan, bila proses disinfeksi pesawat tidak dikenakan biaya tambahan terhadap konsumennya.

“Kami tidak atau enggak sama sekali menaikan harga. Kisaran harga yang dikeluarkan itu masih bisa diakomodir GMF, jadi tidak dikenakan beban biaya macam-macam,” ujarnya.

Tazar mencontohkan, jika konsumen akan membawa airframe atau pesawatnya untuk perawatan paket apapun di GMF, maka langkah desinfeksi tersebut akan masuk dalam paket perawatan.

“Biayanya kan enggak banyak, untuk narrow body itu Rp500 ribu, wide body Rp1 juta saja,” tukasnya.

Langkah yang diambil GMF ini adalah bagian dari peran anak perusahaan Garuda Indonesia untuk mengantisipasi, menangani, dan mencegah penyebaran virus korona atau Covid 19. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments