Terlibat Tawuran di Area Bandara Soekarno-Hatta, Sembilan Pelajar Diciduk

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Polisi menahan sembilan pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Parimeter Utara, Bandara Soekarno-hatta, Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2020).

Akibatnya, satu orang pelajar terkena pukulan senjata taman dan kini dirawat di ICU RSUD Tangerang.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Adi Ferdian Saputra mengatakan, kejadian ini bermula kedua pelajar yang sekolah di Yadika 3 Jakarta Barat dan SMK Swasta Teknologi Telugnaga saling adu tantang di media sosial (medsos).

“Pertama kali, salah satu tersangka F menantang di media sosial yang kemudian dilanjutkan percakapan di WhatsApp. Disana, mereka menentukan tempat dan ketemu lah di Parimeter Utara karena dianggap aman,” tutur Adi, Kamis 13 Agustus 2020.

Kata Adi, pada 4 Agustus kemarin mereka yang sebelumnya janjian bertemu dan langsung melakukan tawuran itu. Akibat tawuran itu ada salah satu pelajar menjadi korban luka lantaran tangan sebalah kanan.

“Kemudian dari sana, tim dari Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta analisa berdasarkan fakta-fakta hukum. Ini kasus tindak pidana secara bersama melakukan kekerasan di muka umum serta penguasaan senjata tajam dengan korban dan pelaku anak di bawah umur,” ujarnya.

Akhirnya, polisi menahan sembilan pelajar yang telah ditetapkan tersangka dalam aksi tawuran itu yaitu AMP, 18, APR, 19, dan MFF, 20 yang merupakan siswa sejumlah SMK di Jakarta Barat.

Ketiga pelajar kelas 11 dan 12 ini masing masing memiliki peran dalam aksi tawuran yang terjadi pada 4 Agustus lalu itu.

AMP berperan melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam sejenis pedang samurai katana yang mengenai lengan dan badan korban bagian kanan.

APR melakukan pembacokan menggunakan senjata tajam sejenis celurit pada kepala belakang korban, dan MFF melakukan pembacokan ke arah dada sebelah kanan korban dengan menggunakan celurit.

Sementara enam pelajar lainnya yang berusia di bawah umur berperan menguasai senjata tajam yaitu AAF (16), KR (17), MFF (17), ES (17) FSM (16) dan GA (17).

Untuk mempertanggungjawabkan, tersangka  dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1952 dengan ancaman hukuman selama lamanya 10 tahun penjara, dan pasal 170 KUHP dan pasal 80 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments