Surat ‘Kaleng-kaleng’ Camat-Lurah Beredar, Kuasa: Jadi Pengganjal Pencairan Tanah TPA Rawa Kucing

CAMAT NEGLASARI KOTA TANGERANG KLAIM BAKAL LAPOR KE POLISI

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Beredar surat keterangan diduga palsu di wilayah Neglasari, Kota Tangerang. Camat mengklaim bukan tanda tangan dirinya, sementara pihak kuasa tanah Riman Bin Ecang mengaku lantaran beredar surat itu merasa terganggu.

Menurut Tubagus (TB) Sani Camat Neglasari, atas kejadian ini pihaknya akan melaporkan kasus pemalsuan tandatangan dirinya ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Akan dilaporkan (dugaan pemalsuan tandatangan, red) ke pihak kepolisian. Senin akan diagendakan kordinasi dengan bagian hukum Pemkot Tangerang laporan ke Polres,” kata TB Sani kepada penamerdeka.com, Jumat (18/12/2020).

Dia juga mengklaim bahwa persoalan ini juga sudah dikordinasikan dengan pimpinan di Pemkot Tangerang. Pasalnya selaku camat dia tidak merasa menandatangani surat keterangan warga Kedaung tersebut.

“Bukan tandatangan saya dan pak lurah juga,” tukas TB Sani.

Disinggung perihal maksud isi surat yang diduga dipalsukan menurutnya nanti akan diterangkan saat proses hukum di kepolisian berlangsung.

“Posisinya sudah saya laporkan ke pimpinan intinya dilaporkan sesuai proses. Pokoknya prosesnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Isi perihal surat nanti ditanyakan ke Polres saja yah,” tegasnya.

Surat dengan kop Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang bernomor 590/029/X/2020 yang ditandatangani Camat Neglasari TB Sani dan Lurah Kedaung Wetan Khalik Ferdiansyah tanggal 21 Oktober 2020 perihal keterangan tanah atas nama Ecang Bin Kaimin dengan Girik C 775 Persil 48.D.IV KELAS 28 dengan luas;3650m2 disebutkan tanah milik adat bekas Ecang Bin Kaimin.

Sebelumnya Bambang Wahyudi Kuasa Penjual Tanah dan juga cucu atas nama keluarga Riman Bin Encan mengaku juga sudah mengetahui adanya surat yang diduga palsu ditandatangani lurah Kedaung Wetan dan Camat Neglasari.

“Surat ini muncul menjelang proses pencairan tanah waris Riman Bin Ecang yang berada di area TPA Rawa Kucing,” kata Bambang, Kamis (17/12/2020).

Dia mengklaim dirugikan atas beredarnya surat keterangan yang tidak mungkin dilakukan pihaknya. Pasalnya saat ini justru pihak keluarga sedang menanyakan kenapa lurah Kedaung Wetan dan Kedaung Baru tidak memberikan surat keterangan tanah dan waris Riman Bin Ecang.

Sebagai pelayan masyarakat kami mempertanyakan kinerjanya selama ini. Melalui kuasa hukum akan melaporkannya ke Ombusdman. Karena telah menghambat pelayanan hak warga negara dan proses pencairan lahan keluarga kami di atas TPA.

“Seharusnya sudah diterbitkan surat keterangan lahan dan waris, eh malah beredar surat lain. Ada apa ini?”

Keluarga sangat dirugikan, sebab telah mencatut salahseorang nama keluarga besar kami. Demi nama baik kata Bambang, pihak keluarga akan mengusut kasus pencatutan nama ini ke jalur hukum.

“Ketimbang jadi fitnah keluarga saya yang dituding membuat surat kaleng-kaleng, saya juga akan melaporkan. Sedang konsultasi dahulu dengan kuasa hukum kami.”

Redaksi yang disampaikan dalam isi surat ditemukan beberapa kejanggalan. Yakni nama kelurahan dan nomor persil, lagi pula kami adalah keluarga Riman Bin Ecang. Sementara dalam surat yang diduga palsu Ecang Bin Kaimin.

“Tidak ada nama kelurahan di Kota Tangerang ‘kedaung pasar’. Begitu juga dengan nomor persil yang tertera di redaksi surat ada yang janggal,” ucapnya menegaskan. (red/syam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...