Para Alumni SMKN 4 Kota Tangerang prihatin buntut atas tewasnya seorang siswa di sekolah kejuruan tersebut. Menurut Turidi, Ketua Dewan Alumni SMKN 4 menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang lalai. Maka, pekerjaan rumah Kadindikbud baru adalah meniadakan aksi tawuran tidak terjadi lagi.

“Jika peristiwa kelam itu terjadi lagi maka Walikota Tangerang harus berani mencopot Kepala Dinas Pendidikan. Begitu juga dengan Kabid Dikmennya karena leading sektornya ada disitu. Begitu juga dengan kepala sekolah harus dicopot ketika sudah ada kesepakatan tetapi tidak bisa membendung tawuran lagi. Ini sebagai pertangungjawaban moral,” kata Turidi yang juga Anggota DPRD Kota Tangerang, kepada Pena Merdeka, Rabu (24/8).

Ini bukan tingkat kenakalan remaja tetapi sudah mengarah ke kriminal jika sudah menghilangkan nyawa seseorang. Jadi kita harus mengantisipasi dari sekarang jangan sampai peristiwa ini terjadi lagi bahkan menurut Turidi tewasnya siswa SMKN 4 Kota Tangerang ini terjadi di Taman Potret.

Segera undang pihak sekolah yang kerap bertikai, buat nota kesepahaman setelah itu adakan deklarasi agar para siswa tidak mempunyai dendam satu sama lain.

“Sekarang ini kejadiannya menewaskan salahseorang siswa SMKN 4, nanti siswa SMKN 4 akan balas dendam dengan oknum siswa sekolah lain yang membunuh kawannya tersebut. Ini pasti akan terulang karena adanya dendam,” ungkap politisi asal Gerindra ini menjelaskan.

Kemudian kata Turidi melanjutkan, persoalan ini sejatinya tidak hanya terjadi hanya karena faktor itu saja, pasalnya para alumni kerap mengintimidasi para siswa yang aktif.

“Awalnya mereka mengajak siswa menenggak miras, kemudian setelah mabuk mengajak tawuran karena ada unsur dendam tadi. Di jiwa mereka bukan persoalan kalah menang, akan tetapi sebagiannya lagi sedang menemukan jati diri, kalau dibiarkan akan menjadi tabiat yang pastinya ketika siswa tersebut bersosialisasi dilingkungan akan menjadi momok juga bagi masyarakat karena prilaku premanisme akan muncul dengan sendirinya.”

“Ini akan bahaya jika didiamkan, saya berharap peran serta seluruh komponen, Dinas Pendidikan, DPRD Kota Tangerang, aparat penegak hukum (Polisi, TNI dan Satpol PP) harus berkerja sama menghilangkan tawuran di Kota Tangerang, saya kira visi layak dikunjungi harus di imbangi dengan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat termasuk didalamnya pelajar itu sendiri,” ungkapnya menegaskan.

Persoalan mental menurut Turidi memang menjadi tanggung jawab kita semua hingga orangtua siswa, maka dari itu kami juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang agar segera membuat Perwal tentang pelaksanaan Perda Diniyah.

Kedepan jika Perda ini berjalan maka akan membentuk prilaku siswa, karena dalam Perda Diniyah tersebut salahsatunya diajarkan materi aqidah dan akhlak. Ini akan menjadi benteng bagi siswa karena proses mencari jatidiri dengan proses yang positif, tidak dengan narkoba, minuman keras, narkoba dan bahkan melakukan aksi tawuran hingga menewaskan siswa, ucap Turidi.

Cukup ini yang terakhir dan jangan ada korban berjatuhan, apapun bentuknya Tawuran merugikan semuanya, baik itu yang tawuran, ataupun Pengguna Jalan bahkan warga sekitarnya.

Sekarang ini kata Turidi menjelaskan bahwa program Tangerang Cerdas saat ini tidak menjurus kepada persoalan mental siswa, program tersebut berfokus hanya cenderung ke tekhnis saja. Dan itu menurut Turidi tidak membentuk karakter siswa menjadi lebih baik.

“Saya sangat mendukung pihak Polres Kota Tangerang untuk menyelesaikan kasus ini dan sergera membentuk tim kerjasama esekutif dan legeslatif untuk dapat menyelesaikan persoalan ini. Peran OSIS dan Ketua Kelas ( KM ) serta kegiatan ekstra sekolah menjadi motor utama pembinaa terhadap siswa akan tawuran dan narkoba.

Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dikmen dan Sekdis), Kepala Sekolah SMKN 4, dan OSIS SMKN 4 di Ruang Jurusan Mesin SMKN 4, kaitan dengan Kejadian Tawuran yang berakibat satu SIswa SMKN 4 Meninggal dengan luka sabetan senjata Tajam.
“Saya sangat mendukung Pihak Polres Kota Tangerang untuk menyelesaikan kasus ini dan sergera membentuk TIM Kerjasama esekutif dan legeslatif untuk dapt menyelesaikan persoalan ini,” tegas Turidi.

Kabid Dikmen Dindikbud Kota Tangerang, Ahmad Amarulloh beberapa waktu saat dihubungi via telpon selulernya menyatakan bahwa hasil rapat tersebut akan segera dilaksanakan. Namun ia menegaskan butuh waktu yang cukup lama untuk mengajak kerjasama kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Dengan adanya hasil pertemuan kemaren saya harap pelajar yang ada di Kota Tangerang ini sadar tentang dampak aksi tawuran. Sehingga mereka kedepan tidak akan melakukannya kembali,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait pelaku pembunuh siswa SMKN 4, Fajri Ramadhan (16) pihaknya berharap besar kepada kepolisian agar segera menemukan pelaku.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang terus mendorong pihak kepolisian agar mandalami kasus ini. Pelaku harus ditangkap. Pasalnya, jika pelaku dibiarkan berkeliaran akan melakukan aksi yang sama di kemudian hari,” paparnya. (herman/agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *