Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Kisah Siswa SMPN 1 Jawilan Serang Ketika Selamatkan Diri Meski Disabet Clurit

0 46

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka – Malang bagi Genta Alfiza Putra Aditya Nur (15) atau yang kerap dipanggil Adit. Bocah berstatus anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Sekarang ini mendapat perawatan serius di Rumah Sakit Rangkas.

Sebab Adit mendapat luka bacokan clurit di bagian pinggangnya pada Selasa, 16 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 13:00. Dan kini dia harus menjalani operasi bedah dan mendapat perawatan.

Kejadian naas pembacokan terhadap siswa kelas IX di SMPN 2 Jawilan itu, terjadi di Jalan Gabus Pamarayan Km 1, Kampung Padasuka, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, sekitar 1 kilometer dari sekolahnya.

Oknum pelaku pembacokan diduga bernama Frangky alias Aceng (17), siswa kelas 1 di SMK Swasta Prestasi Berteknologi (Prestek), yang beralamat di Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Sementara pelaku tinggal bersama orang-tuanya, Toni (51) di Kampung Tanjakan, RT 01 RW 01, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande.

Menurut keterangan paman Adit, Nursopyan, pelaku dan korban tidak saling kenal. “Mereka baru bertemu saat kejadian,” kata Nursopyan yang akrab dipanggil Obot itu.

Menurut Obot, keponakannya yang diasuh dan diangkat sebagai anaknya sejak kecil tersebut merupakan target salah sasaran dari si pelaku dan gerombolannya yang pada waktu itu sedang merencakan tawuran dengan anak-anak siswa dari SMK lainnya.

“Anak saya itu korban salah sasaran dari anak-anak yang sedang mencari lawan mereka dari sekolah lain, yang sebelumnya tawuran,” imbuh Obot, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PPWI Banten, Senin (23/10/2018).

Bermula pada saat Adit pulang sekolah. Ia bersama dua rekannya bermaksud ke kampung Cigoong, untuk bermain ke rumah teman mereka, yang jaraknya sekitar 1 km dari sekolahnya, SMPN 2 Jawilan.

Menjelang tiba di rumah kawannya itu, mereka melihat serombongan anak-anak yang sedang bawa senjata tajam, bersepeda motor, sekitar 100 orang.

Melihat gerombolan itu, Adit dan kawan-kawan langsung balik kanan kembali ke arah sekolahnya. Naas, sekitar 10 orang dari rombongan itu mengejar mereka. Ketika gerombolan itu mendekat, langsung menuju ke Adit.

“Anak mana luh?” sambil mengayunkan clurit ke pinggang Adit,” kata Abot bercerita.

Ujung clurit tepat menancap di bagian pinggang Adit, agak ke atas ke arah punggung. Darah langsung mengucur deras dari luka dalam hampir 10 centimeter. Sambil menahan sakit yang luar biasa, Adit berlari sekencang-kencangnya ke arah sekolahnya. Untungnya, seorang rekan Adit sedang lewat, dan menolongnya membonceng sepeda motor, menuju ke sekolah untuk bersembunyi.

Singkat cerita Adit pun harus dilakukan tindakan operasi oleh dokter di RS Rangkas. Saat ini, kondisi Adit, si anak yatim di Jawilan itu masih sangat lemah.

“Kata dokter yang melakukan operasinya, sedikit lagi, tidak sampai satu senti lagi, ujung clurit mengenai paru-parunya Adit,” tutur Abot dengan nada sedih mengakhiri penjelasannya. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...