Statmen PT Jaya Real Property Soal Klaim Tanah Nenek Hadijah di Bintaro Tangsel

HADIJAH KLAIM KANTONGI DOKUMEN AJB CAMAT CIPUTAT TIMUR

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Kasus tanah yang diklaim milik Hadijah (85) di Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel ditanggapi Kuasa Hukum PT Jaya Real Property.

Fahruli salah satu pengacara PT Jaya Real Property saat dikonfirmasi melalui jaringan ponsel WhatsApp beberapa waktu lalu mengakui nama Siti Hadijah yang mengklaim sebagai pemilik tanah seluas 6000 meter dalam proyek pengembangan properti Bintaro sudah lama muncul ke pihaknya. 

Namun kata Fahruli, pihak Jaya Real Property Bintaro tidak mengetahui rinci perihal legalitas surat termasuk keterangan yang dikantongi Siti Hadijah dari camat setempat, yakni Kecamatan Ciputat Timur.

“Sejauh ini kami belum mengetahui bukti surat kepemilikan yang dimiliki oleh ibu Siti Hadidjah apakah benar ada, juga seperti apa isi surat keterangan dari Camat. Kami membeli tanah tersebut dari PT Permadani interland. Makanya kami berani melakukan penguasaan fisiknya hingga saat ini,” terangnya. 

Ia juga menerangkan bahwa, PT Jaya Real Property saat membeli lahan tersebut, suratnya sudah berstatus Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan melakukan pengecekan suratnya dan dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel. 

Fahruli juga menambahkan, pihaknya tidak bisa menghalangi hak siapa pun dan siap menghadapi apabila ada pihak yang meng-klaim atas lahan yang dimaksud dengan diselesaikan di pengadilan. 

Sebelumnya pihak Hadijah melalui kuasa hukumnya mengaku masih mengantongi dokumen dari pihak kecamatan Ciputat Timur. Dan hingga kini belum pernah dilakukan transaksi jual beli termasuk ke PT Jaya Real Property.

Surat keterangan Camat Ciputat, tertanggal 01 Desember 2021, dijelaskan bahwa Akta Jual Beli (AJB) 590/1142/JB/KEC.CPT/1987 tercatat di kantor Kecamatan Ciputat, pada buku register dengan nomor urut 1142. 

Menurut penasehat hukum, artinya ibu Siti Hadidjah pemilik yang sah secara hukum. 

Terbitnya SHGB 1655 di atas tanah tersebut juga menjadi pertanyaan. Padahal sejak membeli tanah tersebut hingga saat ini, Siti Hadidjah wanita pensiunan guru itu menyebut tidak pernah menjual tanahnya kepada siapa pun. 

“Ada keanehan bila terbit SHGB sebelum ada peralihan yang sah secara hukum,” tukas Erwin Fandra Manullang kuasa hukum Hadijah. (red)

Disarankan
Click To Comments