Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Demo di Mapolda Banten, Massa Pospera Minta Polisi Tangkap Wayan Gendo

0

Ratusan massa yang tergabung dalam ormas Pospera Banten pada Senin (5/9) menggelar aksi demontrasi di Markas Kepolisian Banten (Polda Banten). Mereka menuntut penangkapan dan diproses secara hukum kepada Wayan Gendo Suardana lantaran diduga telah menghina Pospera.

Pantauan wartawan di lokasi, dalam aksi demontrasi tersebut massa Pospera diketahui sudah berkumpul sejak siang hari, mereka juga terlihat membentangkan sejumlah poster-poster yang berisi permintaan penangkapan terhadap Gendo. Selain itu, ada spanduk bertuliskan ‘Demi Bhineka Tunggal Ika, Tangkap Gendo Penyebar Isu Sara’.

Dalam orasinya, Koordinator aksi, Fahri menegaskan Reformasi yang telah melahirkan kebebasan berbicara dan berpendapat sudah disalah artikan oleh oknum-oknum anti demokrasi.

Menggunakan medsos seperti facebook dan twitter, mereka menghina dan mencemarkan nama baik seseorang atau organisasi. Parahnya itu dilakukan oleh intelektual yang juga aktivis yaitu Wayan Gendo Suardana..

”Gendo kami anggap telah melakukan penghinaan dan pembusukan terhadap ormas Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA). Bahkan Gendo juga melakukan penghinaan terhadap aktivis 98 yang juga anggota DPR RI, Adian Napitupulu. Peringatan dan kata-kata tertulis tak membuat aktivis berdomisili di Bali ini menghentikan penghinaannya,” kata Fahri Senin (5/9).

Fahri juga menegaskan, Pospera Banten meminta agar polisi segera memeriksa dan menangkap Gendo. Ada dugaan sejumlah rekan-rekan Gendo melakukan teror terhadap anggota Pospera Bali. Bahkan juga keluarganya. Ada ancaman pembunuhan di berbagai media sosial.

Hal serupa ditegaskan Sekjen DPD Pospera Banten, Ersyad Andi, Gendo juga melakukan penghinaan terhadap etnis Batak, etnis Adian Napitupulu. Gendo juga menyerang wajah dan fisik Adian.

Ini memperlihatkan Gendo, sebagai fasis dan membenci keberagaman. Sikap ini sudah ditunjukkannya, ketika organIsasi tempat Gendo bernaung Forbal1 juga menurunkan bendera merah putih dalam aksi demostrasi.

Ersyad mengatakan, Gendo dan kelompoknya telah menyebarkan teror dan mengancam sejumlah anggota Pospera Bali. Bahkan, secara keji mereka telah memasang foto-foto anggota keluarga, istri dan anak anggota Pospera Bali yang tidak soal konflik tersebut. Kejahatan ini lebih keji dari perilaku Mafia

”Ini memperlihatkan Gendo sebagai manusia bermuka 2. Klaim memperjuangkan lingkungan, anggota Gendo mengancam membunuh anggota keluarga Pospera Bali. Kami sudah identifikasi ancaman ini, ”tuturnya.

Demi hukum dan demi Indonesia lebih baik, DPD Pospera Banten mendesak Mabes Polri Polda Bali, Polda Sumatera Utara, Polda Sulawesi Selatan, Polda Jawa Barat dan Polda Kaltim menindaklanjuti pelaporan hyang dilakukan kader-kader Pospera di wilayah tersebut. (idhay)

PDAM Tirta Benteng
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

efficitur. dolor. dapibus Praesent risus fringilla libero. commodo odio mattis Sed