Raja Thailand Wafat, Jokowi Berduka, Berharap tidak Pengaruhi Ekonomi Asean

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej meninggal saat usia 88 tahun, Presiden Joko Widodo atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam. Wafatnya Raja Bhumibol yang memerintah selama 70 tahun potensinya disebut bakal menurunkan perekonomian Thailand.

Para ekonom merasa khawatir meninggalnya Raja Bhumibol dapat menggiring ekonomi Thailand ke dalam guncangan dan krisis ekonomi.

Indikasi itu dapat terlihat ketika pasar saham Thailand anjlok 5 persen pada pekan ini sejak diberitakan mulai diganggunya kesehatan Raja Bhumibol. Tidak hanya itu, nilai tukar mata uang Baht terhadap dollar AS melemah dua persen.

“Raja yang amat dicintai itu menjadi sosok yang penting dalam pemersatu negara,” kata para analis Capital Economics seperti dikutip dari CNN Money, Jumat (14/10/2016).

Jika pertumbuhan ekonomi tidak bergairah dan investasi yang terus menurun dikhawatirkan negara tetangga Thailand yakni Vietnam akan menggeser perekonomian Negara berjuluk gajah putih tersebut.

Sebelumnya terkait politik di Thailand, pemerintahan yang secara demokratis dipilih rakyat ternyata harus digulingkan dua kali oleh militer, sehingga saat ini kekuasaan pemerintahan dikuasai oleh militer.

“Raja (Bhumibol) telah membantu menambahkan beberapa legitimasi kepada pemerintahan militer saat ini. Tanpa beliau, akan ada banyak kemungkinan dalam beberapa dekade ini di mana Thailand akan mengalami perang sipil,” ujar Capital Economics.

Dalam 10 tahun terakhir, investasi secara rerata hanya tumbuh tiga persen. Menurut Capital Economics, pertumbuhan ini adalah yang paling lambat di antara negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Sementara itu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai Raja Bhumibol sebagai pemimpin yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Dunia sangat menghargai atas jasanya yang telah menghantarkan Thailand menjadi Negara yang dipandang di dunia.

“Dunia kehilangan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, pembawa kedamaian persatuan, dan kesejahteraan bagi rakyat Thailand,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/10).
Jokowi berharap berpulangnya Raja Bhumibol tidak berdampak negatif pada stabilitas di kawasan ASEAN.

“Saya kira kita membutuhkan kawasan kita di ASEAN ini stabil, damai. Sehingga pertumbuhan ekonomi itu bisa kita jalankan,” ucapnya.
Seperti diketahui Raja Bhumibol, raja kesembilan dari Dinasti Chakri itu, adalah monarki paling lama berkuasa di dunia setelah resmi menduduki tahta Thailand pada 1946.

Dan rakyat Thailand sangat mencintainya lantaran secara politik ia bisa menyatukan ketegangan yang sempat terjadi hingga sebagian besar rakyat tak mengenal anggota kerajaan lain selain sang raja. (yuyu/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan