Sumbangan suara yang cukup siginifikan dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat membawa Donald Trump menjadi orang nomor satu di Negara Paman Sam terebut. Hillary Clinton harus meneguk kekalahan karena kantong suaranya berhasil di ambil alih oleh Donald Trump.

Kepastian pengusaha nyentrik ini untuk menjadi Presiden AS ke-45 meskipun belum secara resmi diumumkan lantaran politisi Partai Demokrat, Hillary Clinton tidak mencapai angka keramat 270 electoral vote.

Yaa karena jumlah total electoral vote adalah 538, maka siapapun calon presiden yang sudah mengoleksi 270 electoral vote, maka bisa dipastikan ia memenangkan pemilihan Presiden AS.

Seperti dihimpun dari sejumlah media termasuk CNN pada Rabu (9/11), Trump menang di sejumlah negara bagian dengan jumlah electoral vote yang cukup membanggakan yakni Texas, Pennsylvania, Ohio, Florida, Georgia, dan North Carolina. Sejumlah negara bagian yang berada di tengah-tengah AS juga memberikan sumbangan suara bagi Trump.

Kemenangan Trump atas Hillary ini juga sekaligus menghapus hegemoni Partai Demokrat. Hillary menang di New York, California, Illionis, Virginia, Washington, Oregon, Colorado, Virginia, New Jersey, dan New Mexico.

Seperti diketahui, dalam dua pilpres sebelumnya, calon dari Partai Demokrat, yakni Barack Obama selalu menang atas calon dari Partai Republik.

Jutaan pendukung Trump bersorak-sorai menyambut kemenangan pengusaha kawakan itu. Sementara pendukung Hillary sudah membubarkan diri dari lokasi yang semula dirancang menjadi tempat perayaan kemenangan.

Sementara itu dalam pesta demokrasi itu satu orang tewas dan tiga orang lainnya terluka akibat penembakan di dekat tempat pemungutan suara (TPS) di Azusa, California Selatan pada Selasa (8/11/2016) atau Rabu (9/11) WIB.

Menurut aparat setempat, insiden berdarah itu telah membuat aparat segera menutup tempat kejadian, taman, dan sekolah yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), seperti dilaporkan Reuters.

Insiden itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau Rabu pukul 05.00 WIB saat warga Azusa, pergi ke sejumlah TPS untuk memilih presiden baru, antara Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik.

Juru bicara Kepolisian Los Angeles, Vincent Plair, mengatakan, tak ada indikasi yang mengarah kepada kemungkinan penembakan itu terkait erat dengan hari pemungutan suara.(agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *