Ketum Bakor HMI Jabodetabeka Minta Kader tak Gaduh Tanggapi Soal Ahok

Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabotabeka-Banten Abdul Robbi Syahrir, menyerukan kepada seluruh kader HMI se-cabang Jabotabeka-Banten, agar tetap tenang dan tidak gaduh, atas persoalan Ahok dan Penangkapan empat kader HMI, beberapa hari lalu.

Hal ini disampaikan, Robbi Syahrir, dalam keterangan tertulisnya. Dia (Rabbi) menyerukan, kasus ini harus kita percayakan kepada pihak kepolisian yang sudah memproses Gubernur DKI Jakarta Non aktif, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok, yang telah dijadikan sebagai tersangka, dalam kasus penistaan agama.

Selain itu, Robbi juga meminta kepada seluruh cabang se-Jabotabeka Banten, untuk tetap kondusif dan tetap tenang, karena perjuangan yang dilakukan oleh HMI, itu perjuangan umat Islam dalam rilis yang diterima redaksi.

“Kami mengapresiasi kinerja kepolisian Republik Indonesia yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga akhirnya ahok menjadi tersangka”. papar, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten.

“Kepada seluruh kader HMI se-Jabodetabeka-Banten untuk tetap tenang dan menahan diri , aktif mengawal proses penegakann hukum ahok.”

Sebagaimana informasi yang terhimpun, Himpunan Mahasiswa Islam melakukan demonstrasi pada 4 November 2016. Dan Polisi Menangkap 4 Kader HMI, dan Sekretaris Jenderal PB HMI, Ami Jaya.

Penangkapan ini dilakukan oleh polisi, disebabkan karena Polisi menduga Kader HMI menjadi Propokator dalam peristiwa Aksi tersebut. Saat dikonfirmasi, 4 Kader HMI ini ditangguhkan oleh Polisi. Status 4 Kader HMI mutlak bebas, karena masih harus terus melapor.

Maka dari itu kami meminta , lanjut Robbi, agar kader HMI, tidak terhasut dan tidak terpropokasi dalam kasus ini, kita harus hormati kinerja kepolisian. ” Kader HMI jangan terpengaruh oleh hasutan-hasutan dan isu-isu, dari pihak yang tidak bertanggungjawab, serta upaya-upaya yang memanfaatkan situasi ini sebagai komoditas politik” lanjut, Robbi.

Berikut Pernyataan sikap Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabotabeka-Banten.

1. Syukur yang mendalam kami ucapkan kehadirat Illahi Rabbi atas segala rahmat dan nikmat-Nya yang senantiasa tercurah limpahkan kepada seluruh kader HMI terutama kepada keempat kader HMI jabodetabeka-banten yang ditahan dan hari ini Kamis, 17 November 2016 dinyatakan bebas. Kemudian atas perjuangan seluruh kader HMI se-Jabodetabeka-Banten dalam mengawal penegakkan hukum Penistaan Agama yang dilakukan oleh saudara Basuki Tjahaya Purnama yang kemarin telah dinyatakan sebagai tersangka.

2. Mengapresiasi kinerja kepolisian Republik Indonesia yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga akhirnya ahok menjadi tersangka.

3. Menyerukan kepada seluruh kader HMI se-Jabodetabeka-Banten untuk tetap tenang dan menahan diri , aktif mengawal proses penegakannhukum ahok selanjutnya, serta tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan dan isu-isu dari pihak yang tidak bertanggungjawab serta upaya-upaya yang memanfaatkan situasi ini sebagai komoditas politik.

4. Menghimbau kepada seluruh cabang-cabang HMI se-Jabodetabeka-Banten untuk senantiasa berdo’a dan tetap yakin bahwa usaha dan perjuangan ini adalah semata-mata dalam upaya mewujudkan keadilan bagi umat islam atas penistaan agama oleh Ahok. (redaksi/rilis)

Disarankan
Click To Comments