SURIAH, PenaMerdeka – Kabar tidak mengenakan terjadi ketika rombongan pengungsi korban perang yang kebanyakan warga sipil di Aleppo, Suriah mendadak berhenti di tengah perjalanan evakuasi. Posisi mereka yang sudah berada di Allepo bagian timur terjenti pada Jumat (16/12) waktu setempat tanpa konfirmasi yang jelas.
Sejumlah saksi mata kepada reuters karena di lokasi evakuasi yang menggunakan bis terdengar ada suara ledakan yang cukup keras.
Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Suriah, Elizabeth Hoff, memberikan penjelasan soal terhentinya proses evakuasi pengungsi korban perang di Aleppo bagian timur ini. Hoff berbicara kepada konferensi pers di Jenewa, Swiss dari sebuah lokasi di Aleppo bagian barat.
Seperti diketahui dari informasi yang berhasil dihimpun bahwa korban perang yang dalam proses evakuasi diantaranya banyak bayi, kaum hawa serta balita. Kondisi mereka dikhawatirkan tidak selamat lantaran disinyalir informasi dari Rusia masih terkepung dalam kawasan perang.
Akhirnya upaya evakuasi pengungsi korban perang untuk menyelamatkan mereka terhenti dan kini kabarnya warga harus kembali ke tempat tinggalnya masing masing.
“ICRC (Komisi Palang Merah Internasional) dan SARC (Bulan Sabit Merah Arab Suriah) dan WHO diminta untuk meninggalkan area bersama ambulans dan bus, tidak ada alasan yang disampaikan. Saya menduga pesan (menghentikan evakuasi) datang dari Rusia yang memantau area itu,” terang Hoff.
Dan menurut Hoff, 9 stafnya yang ada di lokasi tidak bisa berkomunikasi dengan otoritas Suriah.
Pada hari itu setidaknya tercatat ada sekitar 194 pasien yang dievakuasi yang tiba di delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah Aleppo bagian barat, Idlib dan Turki. Para korban luka ini mengalami kerusakan otak dan mata, juga berbagai penyakit kronis termasuk diabetes.
Robert Mardini, Direktur Regional ICRC untuk Timur Tengah dan Timur Dekat menyerukan semua pihak untuk segera melanjutkan proses evakuasi pengungsi korban perang.
“Upaya evakuasi jangan sampai terhenti, sangat disesalkan operasi terhenti sementara. Maka dari itu pihak untuk menjamin evakuasi bisa dilanjutkan kembali dan dilakukan dalam kondisi yang tepat,” ungkapnya via akun Twitter-nya.
Seorang sumber keamanan pemerintah Suriah menyebut evakuasi terhenti karena kelompok pemberontak melanggar kesepakatan yang dicapai Rusia dan Turki sebelumnya.
Disebutkan operasi evakuasi terhenti karena militan gagal menghormati syarat kesepakatan. Kelompok teroris (merujuk pada pemberontak) melanggar kesepakatan dan berusaha menyelundupkan persenjataan berat serta sandera dari Aleppo bagian timur,” timpal laporan televisi nasional Suriah.
Secara terpisah, organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyebut penghentian evakuasi terkait dengan dua desa Syiah itu. Observatory bahkan melaporkan, pasukan propemerintah Suriah memblokir jalur evakuasi keluar Aleppo yang sebelumnya digunakan rombongan awal. (sauqi/dbs)







