kanal partai gerindra

Kecamatan Batuceper Gelar Operasi Yustisi Tertib Adminsitrasi Kependudukan

0

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Mengantisipasi terjaminnya keamanan dan ketertiban lingkungan, aparatur Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang menggelar operasi Yustisi serentak di 7 kelurahan, Selasa (27/12).

Dari hasil kegiatan tersebut didapati, 237 KTP yang dimiliki warga non Kota Tangerang. Namun telah menetap di wilayah Kecamatan Batuceper. Diantara pemilik KTP tersebut, kedapatan masih menggunakan KTP manual. Bahkan ada yang sudah habis masa berlakunya.

“Saat menggelar operasi yustisi, kami melibatkan tokoh masyarakat. Termasuk pengurus RT/RW setempat. Supaya dapat langsung menanyakan status warga yang kedapatan tidak memiliki KTP Batuceper,” terang Camat Batuceper Mulyanto.

Maksudnya tambah Mulyanto, apakah warga pendatang tersebut sudah benar-benar melaporkan diri atau belum. “Kami harus mendata maksud pendatang menetap. Apa tujuan dan pekerjaannya,” tuturnya.

Ia mengakui, bila KTP secara nasional berlaku nasional. Tapi pihaknya kata Mulyanto menjelaskan juga tidak mau kecolongan. “Jangan sampai ada penyusup datang. Mungkin teroris yang sedang merakit bom. Bisa juga pelaku kriminal yang sedang mengicar targetnya atau bandar narkoba,” ungkap Mulyanto.

Terlebih bila ada warga pendatang yang kehidupannya kurang beruntung. Kemudian mengaku sebagai warga Kota Tangerang. Selanjutnya berkoar-koar ke publik bila kehidupannya sama sekali tidak diperhatikan Pemkot Tangerang.

“Bagaimana Pemkot bisa menjamin kesejahteraan warga seperti ini. KTP saja masih luar daerah,” tutur Mulyanto.

Padahal, Pemkot sama sekali membebaskan biaya pembuatan e-KTP. Warga pendatang hanya diminta membuat surat pindah dari domisili asal.

“Kalau sudah memiliki KTP Kota Tangerang, kan bisa dibantu biaya pendidikan serta kesehatannya. Kalau itu memang keluarga miskin dan telah menetap di kota ini,” ujarnya.

Sebenarnya tambah Mulyanto, operasi yang disebut-sebut sebagai operasi yustisi ini, tujuannya lebih kepada sosialisasi administrasi kependudukan. Ditambah upaya menjaga serta meningkatkan Kamtibmas.

Sebab kepada sejumlah warga yang kedapatan masih menggunakan KTP manual atau sudah kelewat masa berlakunya, petugas sama sekali tidak memberlakukan sangksi tindak pidana ringan (Tipiring).

“Kami hanya mendata, memberi imbauan dan arahan. Supaya status warga mereka jelas. Sebab sebagian warga yang diberi arahat tersebut, telah menetap lebih dari 1 tahun,” tandas Mulyanto.

Pada kegiatan operasi yustisi menjelang akhir tahun yang digelar Selasa malam itu, bekerjasama dengan aparat TNI dan kepolisian. Juga melibatkan seluurh lurah berikut kasi pemerintahan dan pegawai kecamatan. (adv)

Zulfikar Demokrat
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

ipsum dolor. Praesent elit. amet, dapibus tristique fringilla in Donec dictum at