Uang Baru Ditolak Warga, Perlu Sosialisasi Intensif

1 140

TANGSEL, PenaMerdeka – Uang rupiah baru belum beredar secara luas di masyarakat. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat mereka ragu menggunakan sejumlah pecahan uang baru . Perlu adanya sosialisasi hingga ke lapisan bawah sehingga masyarakat paham dan yakin dengan pecahan rupiah yang asli atau tidak.

Maryani, warga Pamulang mengaku dirinya terkejut saat akan berbelanja kebutuhan pokok di sebuah warung kecil. Pemilik warung menolak pecahan Rp100 ribu karena dianggap palsu.

”Saya belanja gula dan kopi. Saat bayar dengan uang senilai  Rp100 ribu baru ditolak pemilik warung. Tidak mau dibayarkan dengan  uang baru pecahan Rp 100 ribu,”katanya, saat ditemui di Jalan Siliwangi, Pamulang, Rabu (18/1).

Dirinya juga heran dengan sikap pemilik warung tersebut. Ia akhirnya menukarkan pecahan Rp100 ribu dengan yang lama supaya pemilik warung menerima.

”Padahal sosialisasi rupiah kan sudah diberitahukan oleh pemerintah. Kenapa masih ada masyarakat yang meragukan pecahan yang notabene resmi,” ujarnya.

Suci, warga lainnya mengaku belum pernah melihat ataupun memegang pecahan rupiah baru. ”Sering ambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Uangnya juga masih pecahan lama,” kata karyawan swasta tersebut.

Peredaran pecahan rupiah baru, juga belum merata. Masih banyak masyarakat menganggap pecahan mata uang baru untuk dikoleksi saja. Sebab, perdarannya belum luas ke masyarakat.

”Saya sudah pegang pecahan baru, Rp5 ribu dan Rp100 ribu. Tapi masih dikoleksi. Belum digunakan untuk belanja, masih pake uang lama dulu,” ucap Angga warga Serpong tersebut.

Dosen Hukum Universitas Pamulang, Suhendar mengatakan dirinya juga belum memegang uang pecahan baru, meskipun sudah satu bulan dirilis oleh pemerintah pusat. Semestinya, pemerintah harus melakukan sosialisasi agar tidak ada permasalahan dalam realitasnya dimasyarakat.

”Saya menyayangkan minimnya sosialisasi sehingga kebijakan uang baru ini justru menimbulkan masalah baru. Selain sosialisasi dari media sosial, pemerintah juga harus melakukannya ke kepada masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI), pada Senin (19/12), resmi meluncurkan uang rupiah desain baru. Peluncuran ini disebut mencatatkan sejarah karena dilakukan serentak dengan jumlah uang cetakan baru yang cukup banyak.

Tim Public Relation Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Debora beberapa waktu lalu mengakui, kehadiran mata uang rupiah baru mendapat sorotan tapi sejauh dinilai wajar.

”Secara tampilan dan desain lebih menarik kok. Apalagi warnanya juga lebih cerah dan colorful,” kata Debora, Kamis (22/12).

Ditambahkan, tujuh pecahan mata uang rupiah baru itu juga tampil dengan pahlawan baru yang selama ini jarang dikenal masyarakat luas.

”Jadi lebih kenal sosok pahlawan lainnya. Kalau selama ini kan hanya tahu namanya saja, dan tidak pernah melihat sosoknya. Pokoknya keren deh ada di pecahan uang baru,” tutupnya. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...