Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

PN Tangerang Bebaskan Ketua Koapgi dari Tuduhan Pidana

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang membebaskan Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI), Rimond B Sukandi dari tuduhan pidana.

Pasalnya menurut Hakim, Rimond selaku tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan data akta otentik KOAPGI dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana (konslah.red).

Vonis tersebut itu dibacakan oleh Dr. I Ketut Sudira SH, MH selaku Hakim Anggota PN Tangerang, Rabu (24/5/2017) lalu. Sebelumnya diketahui, Rimond ditetapkan tersangka atas laporan Bendahara KOAPGI, Asep W. Adhyana atas dugaan tuduhan pidana memasukan keterangan palsu ke dalam akta otentik KOAPGI.

Hakim Anggota, Dr. I Ketut Sudira SH, MH dalam putusan itu menyatakan bahwa terdakwa Rimon B Sukandi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya.

Akan tetapi perbuatan itu bukanlah sesuatu tindak pidana. Maka oleh karena itu Majelis Hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum tuduhan pidana.

Untuk selanjutnya memberikan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat serta martabatnya.

Selain itu Majelis Hakim juga menetapkan agar barang asli koperasi dikembalikan kepada saksi Asep Aw, dan surat pernyataan dari Koapgi kepada saksi atas nama Muhammad Juweni, S.H atas salinan asli akte perubahan anggaran dasar koperasi dan seterusnya diberikan kepada saksi, Silvia Ninawaty, S.H.

Sementara atas putusan tersebut, Rimond mengaku karena terbebas dari tuduhan yang didakwakan kepadanya.

“Putusan di PN Tangerang itu konslah. Itu dibebaskan dari semua tuduhan pidana, bahwa terbukti dari perbuatan-perbuatan yang saya lakukan bukan perbuatan pidana. Dan ini membebaskan saya dari pidana,” ujar Rimond.

Menurut Rimond meski melakukan perbuatan seperti yang didakwakan, namun hal itu bukanlah tindakan pidana dan tidak memiliki cukup bukti. Bahkan hal itu sudah dipertanggungjawabkan dan diterima oleh anggota pada rapat anggota tahunan (RAT), tanggal 27 April 2017 lalu.

Selanjutnya atas putusan bebas itu Rimond yang didakwa dalam kasus KHUP pasal 266 ayat 1 itu mengaku belum mengambil langkah hukum selanjutnya.

Rimond berharap kasus yang dihadapinya itu bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak, terutama dirinya. Untuk selanjutnya Rimond mengimbau kepada pemerintah agar regulasi tentang koperasi dapat di revisi kembali, sehingga kedepan Koperasi di Indonesia mempunyai kekuatan hukum yang kuat.

“Hakim memberikan waktu satu minggu untuk saya berfikir kembali. Ini belum saya putuskan dengan kuasa hukum. Di undang undang nomor 25 tahun 1992 pasal 22 jelas menyatakan bahwa rapat anggota adalah untuk menujuk sebagai ketua. Allhamdullilah saya terpilih kembali dan dipercaya oleh anggota kendati sempat tuduhan pidana dialamatkan kepadanya ,” ujar pria yang pernah menjadi Pramugara selama 34 tahun di awak Garuda itu. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan