Menelisik Kinerja Petugas Pemilu di Pilkada Kota Tangerang

by 2017-11-12 0 comments

Petugas Pemilu KPU

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Banyak pendatang baru yang ditunjuk sebagai penyelenggara Pilkada Kota Tangerang. Persentasinya hampir 80 %, petugas pemilu rata rata muka baru mengisi fungsi sentral sebagai Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Sejumlah pengamat menyebut lantaran PPK dan Panwascam merupakan penyelenggara dan pengawas dalam pelaksanaan Pilkada, jadi memang harus mengantongi mental kuat tetapi juga menguasai ilmu kepemiluan secara mendalam.

“Petugas Pemilu yang masih muda harus dibentengi mental yang mantap. Sebab, semua tahapan Pilkada harus mendapat perhatian. Apalagi soal perhitungan suara. Ini kerap sengit karena bisa saja satu selisih suara akan dipertanyakan tim pemenangan salah satu pasangan calon.”

“Mereka juga harus maksimal dan mampu menguasai UU buat memperkuat dasar kalau ada tudingan dari salah satu pasangan calon,” kata Memed Chumaedi kepada PenaMerdeka.com, Minggu (12/11/2017).

Otomatis tekanan ini harus dihadapi kawan kawan di tingkat PPK. Artinya Panwascam juga harus bisa bekerjasama mengawasi dan mengawal hak suara masyarakat secara profesional. Kedua unsur ini harus bekerja sebagai mitra meminimalisir celah kesalahan.

Baca juga:  Stok Blanko Cukup, 140 ribu Masyarakat Kota Tangerang Belum Perekaman e-KTP

“Bisa saja nanti ada sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Maka itu data pun harus kongkrit dikuasai,” ungkapnya menjelaskan.

Kedewasaan, kemampuan melakukan komunikasi, kemampuan beragumentasi dan kemapuan menghadapi tekanan merupakan pekerjaan rumah para petugas pemilu, terutama kepada pendatang baru.

Sebab kepentingan pasangan calon jika merasa dirugikan mereka akan berbalik protes kencang kepada PPK ataupun Panwascam.

Maka itu kata Memed yang tercatat sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Muhamadiyah Tangerang menyebut perlu adanya penguatan mental bagi PPK atau Panwascam.

Terkesan memang terburu-buru untuk merekrut PPK dan Panwascam yang notabene sebagian besar merupakan pendatang baru. Wajar kalau ada kekhawatiran masyarakat jika perhelatan Pilkada nanti penyelenggaranya memang diisi yang 80% merupakan pendatang baru.

Regulasi rekrutmen penyelenggara Pilkada atau alias petugas pemilu untuk Pilkada, Pileg dan Pilpres memang memberi kesempatan kepada WNI muda andil dalam mensukseskan hajatan demokrasi kali ini.

Baca juga:  Kota Tanpa Kumuh 'KOTAKU', Pemkot Tangerang Butuh Bantuan Masyarakat

“Tapi bakal lebih bagus kalau sistem rekrutmennya berjenjang. Misalkan sebelum menjabat PPK atau Panwascam sudah mengantongi pengalaman pernah sebagai anggota PPL atau PPS,” ucap Memed menjelaskan.

Artinya secara pengalaman mental atau pengetahuan kepemiluan bagi petugas pemilu sudah teruji. Kendati saat ini PPK dan Panwascam dalam proses menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pilkada sudah tinggal mengikuti regulasi.

“Yang penting diingat jangan sekali kali penyelenggara melakukan upaya pendekatan kepada salah satu pasangan calon. Harus dihindari. Lantaran ini resisten sekali. Kongkalingkong ini berakibat fatal bagi PPK atau Panwascam,” ujar Memed menegaskan.

Selain kuat mental dan memahami persoalan tetapi akan berbanding terbalik kalau PPK atau Panwascam mempunyai hubungan dekat kepada salah satu pasangan calon. Akan menimbulkan penilaian subyektifitas. Terkesan akhirnya mereka tidak netral dalam menjalankan tugas.

Namun demikian tandas Memed kendati ada kekhawatiran minimnya pengalaman dalam UU kepemiluan bagi petugas pemilu dalam Pilkada Kota Tangerang, KPU dalam penyelenggaraannya sudah dikuatkan dengan sejumlah regulasi sebagai payung hukum.

Baca juga:  DPP PDI-P Bakal Panggil Balogub dan Wagub Banten

Peraturan dalam proses seleksi yang dilakukan KPU dan Panwaslu Kota Tangerang tentunya harus dengan standar yang berlaku. Seperti calon PPK dan Panwascam tidak dekat atau identik dengan partai atau pasangan calon walikota dan wakil walikota tertentu. Proses penjaringan ini penting supaya ada sisi netral kepada petugas.

“Secara positif adanya newcomers apalagi masih berusia muda bagus untuk independensi dan peremajaan. KPU dan Panwascam butuh darah segar untuk menjalankan roda organisasi. Karena kalau muka lama bisa jadi sudah dekat dengan partai, kepentingan pemerintah, ataupun si petugas pemilu tersebut sudah ada kedekatan dengan calon,” tandasnya. (redaksi)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.