Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Atasi Polusi Udara, India Siapkan Dana Rp3 Triliun

NEW DELHI,PenaMerdeka – Pemerintah India berencana membelanjakan USD230 juta (Rp3 triliun) selama dua tahun kedepan untuk mencegah pembakaran sisa panen di lahan pertanian agar mengurangi polusi udara di Delhi.

Melansir dari Reuters, Kabinet pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi diperkirakan menandatangani rencana tersebut paling cepat bulan ini. Rencana belanja tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan anggaran USD600 juta per tahun yang diperkirakan oleh badan penasehat kebijakan pemerintah NITI Aayog supaya dikucurkan pemerintah untuk mencegah para petani membakar sisa panen pertanian.

Tidak jelas apakah dana USD600 juta per tahun itu sudah direkomendasikan kepada pemerintah.

Menurut Kementrian Lingkungan, Kehutanan dan Perubahan Iklim India, pembakaran sisa panen menyebabkan polusi udara yang menyelimuti Delhi pada November lalu.

Para pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, dana itu dapat dikucurkan apabila dibutuhkan namun mereka memperingatkan semua pihak agar jangan mengharapkan hasil dalam waktu yang cepat.

“Kita tidak akan bisa memperbaiki lebih dari 20-25% kualitas udara jika program sisa panen ini sepenuhnya dilakukan. Namun, kita harus menerima upaya membersihkan udara Delhi tidak akan terjadi kurang dari lima tahun,” jelas seorang pejabat pemerintah India.

Pada November lalu, indeks polusi udara di Delhi naik sampai 12 kali lebih tinggi dibandingkan batas tertinggi untuk udara yang sehat. Kualitas udara di Delhi pusat, kemarin pagi tetap “tidak sehat” dengan tiga kali di atas batas normal, menurut data Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi.

Delhi sempat dijuluki sebagai “kamar gas” oleh kepala menteri dan pemerintah federal dikirik setelah United Airlines menunda penerbangan ke New Delhi karena polusi udara. Para pemain kriket asal Sri Lanka juga muntah di lapangan saat pertandingan di ibu kota India pada Desember. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan