Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Ini Penjelasan Kepala ATR/BPN Tangsel Soal Program Sertifikat PTSL 2017

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Kantor ATR/BPN Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku sempat melakukan koordinasi kepada lurah-lurah terkait realisasi program sertifikat PTSL 2017.

“Saya keliling daerah juga mas, bukan hanya di Kecamatan Setu saja, ya ke Pamulang atau wilayah lainnya. Saya yang datang sendiri dan ingin memastikan terkawal. Juga ingin melihat langsung by progres. BPN Tangsel mengerjakan dan mengawal itu, ini kan nawacita program nasional,” kata Wartomo Kepala Kantor ATR/BPN Kota Tangsel ditemui di ruang kerjanya kepada penamerdeka com, Selasa (22/8/2018).

Pasalnya kalau berbicara data, program sertifikat PTSL 2017 harus benar, jangan sampai nanti bidang tanah, nama pemohon salah.

Apalagi menurut Wartomo, untuk realisasi target percepatan internal di BPN persetiap hari kami melakukan target juga. Meski kata dia baru pada bulan Maret 2018 lalu ia menjabat sebagai Kepala ATR/BPN Kota Tangsel.

“Saya baru Maret tahun ini di sini, tapi tetap merupakan tanggung jawab. Tanggung jawab pimpinan yang melekat di BPN ini,” ucapnya.

Prosesnya, BPN tidak serta merta memberikan sertifikat ke orang yang salah. Kalau ada revisi nama dan salah jumlah pengukuran lahan akan segera direvisi. Lantaran khawatir akan menjadi masalah di belakang hari. Tetapi kalau ada proses yang kurang kita bisa selesaikan.

Maka itu kata Wartomo BPN meminta kepada lurah supaya apa yang menjadi penyebab lamanya sertifikat tidak terdistribusi ke masyarakat diinformasikan juga. Sebab BPN juga punya target bagaimana caranya agar persoalan di tingkat kelurahan menyampaikan informasi kepada warga sebagai pemohon sertifikat.

Jika, berbicara data mari kita up-date kan mana yang masih kurang. Kalau memang tidak jadi mari kita bekerja secara fair di mana kekurangannya. Agar persoalan distribusi sertifikat cepat sampai ke masyarakat.

Jika ada yang menyebutkan hanya dalam satu kelurahan baru 4 saja yang diselesaikan. Sepertinya tidak, karena waktu ada acara penyerahan simbolis oleh Presiden Jokowi di Serang beberapa waktu lalu ada 40 bidang dalam 1 kelurahan untuk wilayah Tangsel.

“Makanya saya prihatin masa kok ada yang menyebut jadinya cuma empat bidang saja yang selesai dikerjakan. Padahal kami bekerja di sini (kantor, red) mempunyai target cepat rampung. Bahkan banyak pegawai yang pulangnya kerap larut malam untuk mencapai target kerja,” ucapnya.

Proses masa pengerjaan seperti itu, BPN Tangsel sudah menyelesaikan program sertifikat PTSL 2017 untuk kecamatan di Tangsel termasuk wilayah Setu.

Justru saat ini kita sedang konsen penyelesaian program untuk tahun 2018. Kalau untuk tahun 2017 secara global ada 40.000 bidang yang ditargetkan.

“Malahan kita sedang berjalan mengerjakan program yang 2018. Karena ada penambahan target menjadi 70.000 bidang. Belajar dari persoalan 2017 mudah-mudahan programnya cepat selesai. Yang jelas saya tak mau main-main dengan program ini. Saya mau maksimal memberikan hasil nyata buat kebutuhan rakyat dan saya sudah bisa pastikan progres penyelesaiannya berjalan hampir 100% dari total target di Tangsel,” katanya.

Kecuali dalam proses pembuatan program sertifikat PTSL 2017 ada sejumlah catatan. Misalnya tanahnya ada dalam kasus sengketa. Tetapi sepanjang normal, tandas Wartomo buat apa kita berlama-lama menahan sertifikat PTSL 2017 kepada masyarakat. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...