Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Geger! PBB Temukan 15 Kuburan Massal di Republik Demokratik Kongo

0 169

KINSHASA,PenaMerdeka – Sebanyak 15 kuburan massal ditemukan di bagian barat laut Republik Demokratik Kongo setelah tiga hari pertumpahan darah antar etnis pada bulan Desember lalu oleh juru bicara misi PBB di Kongo, MONUSCO.

Sebelumnya, PBB memperkirakan 890 orang terbunuh sebagai akibat kekerasan.

Beberapa yang terburuk di daerah itu selama bertahun-tahun yang menyoroti keadaan genting hubungan antar-etnis bahkan di daerah yang lebih damai di negara Afrika Tengah tersebut.

Florence Marchal, juru bicara MONUSCO mengatakan, sebuah misi khusus badan itu yang menyelidiki situasi pertempuran menemukan setidaknya 11 kuburan massal.

Terfapat 43 kuburan individu di sekitar kota Yumbi dan setidaknya empat kuburan komunal yang berisi setidaknya 170 mayat yang berdekatan di Bongende.

“Sementara kesimpulan misi ini masih diselesaikan, kami dapat mengkonfirmasi beberapa ratus orang termasuk wanita dan anak-anak terbunuh dalam keadaan yang tak mengenaskan,” terang Marchal seperti dilansir Reuters, Rabu (30/1/2019).

“Kecepatan, modus operandi dan tingginya angka kematian dari kekerasan ini menunjukkan peristiwa ini direncanakan dan dipikirkan terlebih dahulu sebelumnya,” lanjutnya.

Perselisihan terkait dengan pemakaman kepala suku dipandang juga sebagai katalis untuk pertempuran antara komunitas Banunu dan Batende.

Hal ini menyebabkan pemerintah membatalkan pemungutan suara di daerah itu untuk pemilihan presiden bulan lalu.

Sementara pertumpahan darah itu tak terkait langsung dengan pemungutan suara 30 Desember.

Seorang aktivis setempat mengatakan pada saat itu ketegangan antar kedua kelompok etnis itu mereda karena pemimpin Batende mendukung koalisi yang berkuasa sementara pemimpin Banunu kandidat oposisi.

Diketahui, Kongo tetap tidak stabil selama bertahun-tahun setelah berakhirnya perang regional 1998-2003 di perbatasan timur dengan Uganda, Rwanda dan Burundi.

Hal tersebut menyebabkan jutaan kematian, sebagian besar lantaran kelaparan dan penyakit. Lusinan milisi terus membinasakan daerah-daerah itu juga. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
HPN
Loading...