Ini Kondisi Guru Skh Swasta di Lebak, Minta Dindik Banten Akomodir Insentif

BANTEN,PenaMerdeka – Patut diapresiasi bagi guru Skh (Sekolah Khusus) Arrafat, Kecamatan Malimping, Lebak, Banten, bukan tanpa sebab, mereka kerap rajin menyambangi siswanya supaya bisa belajar meski jarak tempuh ke rumah murid cukup jauh.

“Guru kami yang berjumlah 5 orang tak jarang mendatangi siswa. Lantaran mereka (siswa, red) kadang gak masuk sekolah. Pasalnya, selain jarak tempuh ke sekolah jauh dan akses jalan yang tidak memadai, orangtua siswa juga sibuk bercocok tanam atau lainnya. Jadi kami yang memang jemput bola supaya siswa bisa belajar,” kata Usep Setiana Kepala Skh Arrafat kepada penamerdeka.com, Selasa (9/4/2019).

Padahal saat ini sekolah yang dikelolanya hanya mendapat bantuan dari dana Bos Pusat saja. Secara umum guru Skh swasta sejatinya butuh kesejateraan lebih baik lagi, maka itu kami mengharapkan bantuan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten.

“Kalau guru kami dapat bantuan dari Dindik Banten pasti enak. Sebab, menangani siswa ABK beda. Minimal satu guru mendapat insentif Rp 1 juta perbulannya, nah itu akan lebih baik. Atau paling tidak ada bantuan akomodasi untuk ke rumah siswa,” kata Usep.

Kondisi di Lebak memang berbeda dengan di kota lainnya, slah satu persoalan lainnya adalah minat orangtua mendorong anak berkebutuhan khusus masih belum terasa signifikan.

“Kalau siswa tidak sekolah terpaksa kami yang mendatangi, jadi kami memang butuh kendaraan operasional atau bantuan lainnya supaya memudahkan proses belajar siswa,” ujarnya.

Sekolah yang kami miliki sekarang ini sudah ada di tingkat Skh tingkat SD, SMP hingga SMA. Di wilayah Lebak Selatan baru ada 2 Skh, salah satunya Skh Arafat dan Skh Negeri.

Usep yang juga Caleg DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Nasdem Dapil V yang meliputi Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cijaku dan Cigemblong mengaku bahwa pahun 2016 dan 2017 lalu pihaknya sempat menerima bantuan dari Bosda Dindik Banten.

Tetapi sejak 2018 sudah tidak ada, 2019 belum menerima bantuan. Saat ini kami hanya mengandalkan dari BOS Pusat saja.

“Soal pelatihan kepada guru Skh swasta sejak 2015 sudah dimulai. Pelatihan juga datang dari Kemendikbud. Saat ini guru untuk lulusan untuk sekolah luar biasa kan memang masih jarang, jadi Skh swasta seperti kami sangat membutuhkan pelatihan,” ujar Usep.

Dia menambahkan, di Skh Arrafat sendiri mempunyai program keterampilan, tetapi juga butuh perhatian masyarakat dan pemerintah sehingga kebutuhan warga Negara mendapatkan pendidikan dapat terealisasi.

“Banyak dari murid yang mempunyai keterampilan seperti bermain musik, tari jaipong dan lainnya. Tujuan kami adalah bagi anak berkebutuhan khusus bisa mandiri. Misalkan bagi anak tunagrahita yang tidak bisa mengenakan baju sekarang sudah bisa, mengerti dengan perintah, paham dengan kebersihan. Itu contoh keberhasilan kecil yang sudah kita buat,” pungkas Usep. (redaksi/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...