Alasan Daerah Penyumbang Pengangguran Terendah dan Tertinggi di Banten

Pengangguran Terendah di Tangsel

0 279

BANTEN,PenaMerdeka – Jumlah pengangguran di Banten disumbang dari kota dan kabupaten yang tersebar di Provinsi Banten. Ada yang mengantongi jumlah pengangguran terendah hingga tertinggi.

Menurut Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan (Disnaker Tangsel) angka pengangguran di kota berjuluk Cerdas Modern dan Religius paling rendah se-Provinsi Banten.

Pernyataan tersebut dikatakan Yanti Sari, Sekretaris Disnaker Tangsel kepada ATMNews.id di kantornya, Villa Melati Mas Blok O, Serpong Utara Tangsel, beberapa waktu lalu.

“Kalau kita bicara angka pengangguran, Tangsel angkanya paling rendah se Provinsi Banten.” kata Yanti.

Yanti menuturkan, untuk mengurangi angka pengangguran di kota berjuluk Cerdas Modern dan Religius, pihaknya menggelar Job Fair atau bursa kerja.

“Untuk mengurangi angka pengangguran kita tiap tahun menggelar bursa kerja, disitu kita pertemukan pengusaha dengan pencari kerja,” tuturnya.

Selain itu, Yanti mengungkapkan, Disnaker Tangsel juga memberikan pelatihan berbasis masyarakat. Seperti pelatihan komputer, service elektronik, percetakan dan kerajinan lainnya.

“Melalui pelatihan-pelatihan yang kita berikan, diharapkan masyarakat mampu melakukan usaha mandiri,” ungkapnya.

Yanti menjelaskan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun 2018, jumlah pengangguran di Tangsel mencapai 3700 orang. Sementara, angka pengangguran di tahun 2019 mencapai 3900.

Banyak Pencari Kerja di Luar Tangsel

Meskipun mengalami kenaikan, hal itu disebabkan oleh banyaknya pencari kerja yang berasal dari luar Tangsel. Sebab, sebagai Kota Satelite, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salahsatu kota tujuan untuk mencari peluang kerja

“Nah kalaupun kita mau lihat jumlah pengangguran itu naik dari mana, itu salahsatu sebabnya ya urban bukan penduduk asli, itu kita lihat dari data yang ikut job fair,” tandasnya.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mengklaim, pengangguran di Kota Tangerang menurun dari angka 7,4 persen menjadi 7,1 persen pada 2019 ini.

Daerah Penyumbang Pengangguran Tertinggi di Banten

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik(BPS) Provinsi Banten, wilayah Kabupaten Serang adalah salah satu daerah yang menduduki peringkat pertama Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten, dengan presentasi 10,65 persen.

Padahal Kabupaten Serang, merupakan salah satu daerah yang di penuhi dengan Industri raksasa. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, tercatat 700 Industri raksasa yang terletak di Serang Barat dan Serang Timur.

Sebelumnya, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakers) Kabupaten Serang, Setiawan mengatakan, dirinya tengah berupaya untuk mengentaskan pengangguran yang ada di Kabupaten Serang, dengan cara memberikan pelatihan kewirausahaan. Seperti, menjahit dan perbengkelan.

 

pengangguran terendah
Setiawan Kadisnakertrans Kabupaten Serang

Tidak hanya itu, lanjut Setiawan, Disnakertrans Kabupaten Serang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK), dengan sebanyak 80 orang yang menyebar ke setiap sekolah SMA maupun SMK di Kabupaten Serang.

“Jadi masing-masing SMA maupun SMK kita hubungkan dengan BKK tersebut. Sehingga alumni maupun lulusan baru tidak kesulitan untuk mencari kerja,” ungkap Setiawan saat di temui di ruang kerjanya, Rabu(6/11/2019).

Setiawan juga mengklaim, jika membengkaknya pengangguran di Kabupaten Serang tidaklah kesalahan Disnakertrans.

“Saya kira, bukan semuanya kesalahan kami (Disnakertrans, Red). Tapi seluruh OPD harus ikutserta dalam membantu menurunkan pengangguran di Kabupaten Serang,” pungkasnya.

Di ketahui, berdasarkan data dari Disnakertrans Kabupaten Serang, pada bulan Oktober 2019 tercatat ada 38 ribu orang yang membuat kartu kuning sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan. (red/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE