Diduga Terpeleset Saat Banjir di Kota Tangerang, Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Di Rumah

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka  – Seorang nenek berusia (80) ditemukan tak bernyawa di rumahnya, diduga terpeleset saat banjir merendam Perumahan Ciledug Indah I,  Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Korban yang kerap disapa Ibu Dodi tersebut ditemukan dalam posisi terlentang dibawah tangga dengan memegang tas miliknya diantara barang-barang yang tersapu banjir, di Jalan Pelangi blok B 14 nomor 185 Perumahan Ciledug Indah I, Kota Tangerang, Jumat (3/1/2020).

Ediana Dewanti (64), tetangga korban mengatakan, sejak banjir merendam Ciledug Indah, Rabu (1/1/2020) korban seorang diri didalam rumah.

Kendati begitu, anak korban yang bernama Dodi dan juga cucunya setiap hari datang untuk melihat keadaan sambil membawakan makanan untuk korban.

“Waktu hari kedua banjir sih, Ibu Dodi masih terlihat di lantai dua rumah, pas cucunya datang. Aldo (cucu korban) juga bilang ke neneknya, jangan turun ya nek, diatas saja sampai air surut,” ungkap Ediana saat ditemui penamerdeka.com di rumah korban, Jum’at (3/1/2020).

Kecurigaan pun muncul pada malam kedua, Kamis (2/1/2020), Ediana Mengungkapkan, korban yang biasanya tetap terlihat berkatifitas di lantai dua rumah.

Namun pada malam itu, cahaya lilin pun tidak nampak saat kondisi perumahan yang sedang dalam keadaan mati lampu.

“Biasanya kalau malam, Ibu Dodi mondar mandir di lantai dua, tapi malam itu ga kelihatan. Cahaya lilin juga ga ada, saya panggil-panggil ga ada sautan,” ungkapnya.

Dari kecurigaan itu pun, Ediana menuturkan, dirinya mangajak tetangga yang lain untuk melihat keadaan korban. Dan ternyata korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Pas tadi pagi sekitar jam 09 lebih saya bilang ke pak Teguh (tetangga korban), terus pak Teguh masuk kedalam rumah, ternyata korban sudah kaku, mukanya juga sudah pucat banget, kayanya meninggalnya tadi malam mas,” tuturnya.

Kemudian, Ediana menambahkan, Korban langsung dibawa ke RS Mulya untuk dilakukan visum.

“Korban tadi sama pak Teguh dan tetangga lain sama tim rescue juga langsung di bawa ke RS Mulya, biar tahu penyebab kematiannya apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Pedurenan, Azhari Hermawan membenarkan adanya korban terdampak banjir yang bertambah tersebut di Komplek Ciledug Indah I.

“Menurut informasi dari tetangganya, korban saat mau diajak ngungsi oleh keluarganya itu korban tidak mau,” kata Azhari.

Azhari menambahkan, korban yang terdampak banjir diwilayahnya, yaitu Komplek Ciledug Indah I, II dan Komplek Duren Village tercatat ada 1400 jiwa.

“Karena di Kelurahan Pedurenan itu semua total 12 RW terdampak banjir. Kalau korban meninggal itu jadi ada dua, karena terdampak banjir,” tuturnya.

“Kalau korban banjir yang mengungsi di Masjid Al Irsyad sebanyak 93 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 479 jiwa. Dengan jumlah balita 49 dan lanjut usia 50 jiwa,” imbuhnya. (ari/hisyam)

Disarankan
Click To Comments