Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Semakin Mesra, AS Tempatkan Jeffrey DeLaurenti jadi Dubes di Kuba

0 56

Hubungan politik antaran Amerika Serikat dan Kuba memang bukan rahasia kerap tidak harmonis. Tetapi saat ini kedua Negara itu sepakat menjalain perbaikan hubungan diplomatic dengan menempatkan Duta Besar masing-masing.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mempercayakan diplomat karier Jeffrey DeLaurentis sebagai Duta Besar pertama AS untuk Kuba dalam 55 tahun terakhir. Seperti dilansir Daily Mail, Rabu (28/9) DeLaurentis saat ini menjabat sebagai pejabat diplomatik tertinggi di Kedutaan Besar AS di Havana.

“Dengan memiliki duta besar lebih mudah untuk mengadvokasi kepentingan kita dan akan memperdalam pemahaman bahkan ketika kita tahu bahwa kita akan terus memiliki perbedaan dalam menjalin hubungan dengan Pemerintah Kuba,” ujar Obama.

“Kita hanya menyakiti diri sendiri jika tidak menempatkan duta besar,” imbuhnya.

Langkah Obama ini didukung Senator dari negara bagian Vermont yang bertugas mengawasi kinerja Kementerian Luar Negeri, Patrick Leahy.

“Rakyat Kuba memiliki duta besar mereka di Washington. Maka rakyat AS membutuhkan kehadiran dubes mereka di Havana,” tegas Leahy.

Seperti diketahui dalam sistem pemerintahan di Negara adidaya itu untuk menunjuk seorang duta besar, presiden AS membutuhkan persetujuan dari Senat. Namun konfirmasi Senat diprediksi akan sulit didapat sebelum Obama keluar dari Gedung Putih pada Januari 2017 mendatang.

Negeri Paman Sam dan Kuba memutuskan hubungan diplomatik pada 1961 di tengah-tengah situasi Perang Dingin. Namun di era Obama, kejutan pun terjadi. Obama sepertinya tidak mau berlama-lama hubungan kedua Negara menjadi tidak harmonis.

Pada Desember 2014, Obama dan Presiden Raul Castro mengumumkan pada dunia bahwa kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik termasuk pembukaan kembali kedutaan besar. Pembicaraan kedua pemimpin tersebut difasilitasi oleh Paus Fransiskus.

Memang harus diakui, usaha memperbaiki hubungan ini akan berdampak berakhirnya embargo perdagangan yang selama ini dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba.

Kuba adalah salah satu negara yang memiliki posisi strategis Amerika Latin. Dari sisi politik maupun ekonomi, Amerika Serikat memiliki kepentingan di negara tersebut. Pada masa pemerintahan Diktator Fulgencio Batista hubungan bilateral antara kedua negara terjalin harmonis.

Batista sendiri memperoleh dukungan ekonomi dan militer dari Negeri Paman Sam untuk melanggengkan kekuasaannya. Akan tetapi setelah Fidel Castro berhasil menggulingkan Batista pada tanggal 1 Januari 1959 hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Kuba mulai memburuk. (agus/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...