Sidak PPDB Dindikbud Banten, Gubernur Heran Proses Kontrol Berada di Rumah

BANTEN,PenaMerdeka – Karena mendapat laporan dari masyarakat soal server PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK Negeri se-Banten bermasalah, Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) memantau proses PPDB Dindikbud Banten.

Kedatangan Gubernur pada pukul 23.00 WIB, Selasa (6/6/2017) malam tadi ke Dindikbub Banten sempat membuat kaget sejumlah operator PPDB 2017 yang sedang berada di ruangan Dindikbud di KP3B, Curug, Banten.

Setibanya di Kantor Dindikbud, WH langsung memasuki ruangan. Ia sempat bertanya perihal permasalahan server PPDB Dindikbud Banten yang sepat down alias eror sehingga banyak dikeluhkan masyarakat yang ingin anaknya masuk di SMK/SMA Negeri pada tahun ajaran baru 2017 ini.

“Tadi katanya servernya bermasalah ya, kenapa bisa seperti itu?” kata Gubernur.

“Iya pak, sempat bermasalah dari jam 9 sampai jam 12 siang, tapi kita sudah koordinasi dengan Kominfo untuk backup, dan sekarang sudah bisa digunakan pak” kata salah satu pegawai.

WH pun mengingatkan para pegawai untuk bekerja serius karena selain PPDB Dindikbud Banten tengah menjadi perhatian banyak pihak, proses ini kata Gubernur juga tengah menjadi kebutuhan yang menyangkut banyak orang.

“Jangan main-main, itu menyangkut banyak orang” kata WH mengingatkan.

Soal permasalahn server yang sempat down, Dindikbud telah meminta kominfo untuk melakukan backup dan mengantisipasi dengan mengalihkan pendaftaran secara manual di sekolah masing-masing.

Selanjutnya, sekolah akan menginput ke data induk yang ada di server PPDB Dindikbud Banten.

“Itu kan tadi sempat dialihkan ke manual dan ditangani pihak sekolah. Terus dari sekolah sudah di input belum?. Ada yang standby di setiap sekolahnya?” tanya WH

Dengan terbata-bata, pegawai yang sedari tadi melakukan dialog dengan WH pun menjawab, “harusnya sih sudah pak,” katanya

Lantas, WH pun meminta pegawai tersebut untuk menelpon beberapa Kepala Sekolah secara acak. “Coba telefon kepala sekolah, saya mau cek langsung,” kata WH.

Kemudian, dua Kepala SMK-N 7 Tangerang dan SMAN 3 Tangerang pun ditelefon. WH kembali menanyakan soal input data PPDB Dindikbud Banten dan meminta bekerja dengan benar sebab WH beralasan permasalahan PPDB untuk kemaslahatan masyarakat.

Saat sidak tersebut, WH juga sempat menanyakan kenapa hanya ada dua pegawai yang standby melakukan kontrol proses PPDB.

Pegawai tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya banyak pegawai yang standby tapi tidak di kantor.

Dindik kata dia, punya satu rumah yang dikosongkan untuk dijadikan center pengawasan PPDB Online tahun 2017.

“Kenapa berada di rumah kenapa tidak di kantor mengkontrolnya,” kata WH sambil terheran heran.

Pegawai itupun tak bisa menjelaskan, karena ia mengaku hanya bagian keuangan yang ditugaskan untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan PPDB 2017. Ia tidak memahami kebijakan dialihkannya center kontroling PPDB Dindikbud Banten secara online dari kantor ke rumah.

Usai melakukan pantauan ke Dindik Banten, mantan walikota Tangerang dua periode itupun meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.30 pagi. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...