kanal partai gerindra

Penyegelan Panti Pijat di Periuk, Camat Dinilai Kebobolan Pengawasan Perda Prostitusi

Penyegelan atas dua Panti Pijat di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang dilakukan satpol PP Kota Tangerang pada Selasa (26/4) kemarin, dinilai sudah tepat tetapi pejabat wilayah (Camat) setempat dinilai kecolongan lantaran tidak bisa mengkontrol keberadaan tempat yang diduga lokasi maksiat.

Ade Yunus, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Nusantara (Janur) menilai apa yang sudah dilakukan Satpol PP Kota Tangerang sudah tepat.

“Satpol PP Kota Tangerang sudah menjalankan fungsinya dengan baik, karna dengan maraknya panti pijat di Kota Tangerang secara tidak langsung sedikit demi sedikit mencoreng kota yang memiliki branding Ahlaqul Qarimah,” ucap Ade.

Meski demikian, Ade juga sempat menyinggung soal pengawasan yang dilakukan pejabat wilayah khususnya Camat Periuk.

“Bisa dibilang Camat kebobolan dengan dibongkarnya panti pijat itu, padahal yang lebih berwenang melakukan pengawasan dibawah adalah pihak kecamatan dalam hal ini menugaskan Kasie Trantibnya,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya dua panti pijat (Refleksi.red ) yang diduga dijadikan tempat prositusi sehingga disegel Satpol PP Kota Tangerang, Selasa (26/4/2016).

Dua tempat yang tercatat mempekerjakan tenaga terapis wanita itu yakni Pantipijat Bintang, Jalan Prabu Kian Santang, Ruko Pasar Jati Baru, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Dan Pantipijat Mutiara, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk.

Dalam operasi razia itu sedikitnya petugas telah mengamankan sebanyak 11 orang wanita tenaga terapis yang kedapatan sedang berbuat mesum didalam kamar dengan tamu pria.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana mengatakan razia rutin itu dilaksanakan berdasarkan hasil pemantauan dari tim intel Satpol PP Kota Tangerang dan sekaligus sebagai implementasi penegakan peraturan daerah (Perda) 7 dan 8 tahun 2005 soal miras serta pelacuran.

Razia yang di pimpin langsung oleh Mumung selaku itu menerjukan tiga pleton pasukan yang terdiri dari staf, kasie dan kepala bidang.

“Ada dua refleksi yang kami segel. Diduga dijadikan tempat prositusi. Dari Refleksi Bintang kita amankan 6 orang wanita berikut pemilik dan 5 orang wanita dari Refleksi Mutiara. Dua-duanya kami disegel,” ujar Mumung usai operasi. (aceng)

Zulfikar Demokrat
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Komentar telah ditutup.

Phasellus ante. vel, Curabitur mattis vulputate, risus. id risus Donec diam