Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Ribut-ribut Dualisme Partai, Hanura Banten: Tak Pengaruhi Pemenangan Paslon

BANTEN,PenaMerdeka – Partai Hanura Provinsi Banten soal terjadinya dualisme di kubu internal mengaku tidak mempengaruhi pemenangan Paslon (Pasangan Calon) dalam Pilkada serentak di Banten.

“Kami tidak terpengaruh. Memang ada sedikit persoalan tetapi proses pendaftaran paslon juga kita sudah lakukan ke KPU masing-masing kota dan kabupaten,” kata Eli Mulyadi kepada penamerdeka.com, Senin (23/1/2018).

Di empat wilayah Pilkada serentak di Banten, Hanura sudah melakukan konsolidasi pemenangan Paslon. Ada tiga penyelenggaraan yang melibatkan paslon tunggal dan kotak kosong. Berbeda dengan Kota Serang yang lebih dinamis.

“Perhelatan Pilkada Kota Serang memang lebih dinamis. Tiga wilayah yang ada kotak kosong kita mengusung kader eksternal,” ucap Eli menegaskan.

Kalau ada sedikit konflik itu sudah biasa dalam partai. Tetapi persoalan itu kami yakin akan selesai. Dalam Pilkada Kota Tangerang, Serang serta Kabupaten Tangerang dan Lebak Hanura tidak terganggu dengan persoalan itu, maka konsolidasi ke bawah tetap berjalan.

“Kondisi ini tidak mempengaruhi kerja politik kami (Hanura,red) di daerah. Insya Allah lancar untuk pemenangan paslon yang kita usung,” pungkas Eli.

Arief Fadilah, Ketua DPC Hanura Kota Tangerang ketika disinggung adanya konflik internal di DPP Hanura memasuki tahapan Pilkada Kota Tangerang mengaku tidak terpengaruh.

“Kami sudah konsolidasi supaya paslon yang kita usung menjadi calon walikota dan wakil walikota bisa menang,” kata Arief.

Partai koalisi juga kata Arif pasti mempunyai tujuan sama dalam pemenangan Paslon Arief R Wismansyah dan Sachrudin di Pilkada Kota Tangerang ini.

“Kita jalan terus. Sekali layar terkembang surut kita berpantang,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, di internal DPP Hanura terjadi dualisme kepengurusan. Disebutkan ada kubu Hanura Oesman Sapta Odang, dan kubu Sarifuddin Sudding/Daryatmo atau kubu Ambhara yang telah menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa.

Hasil Munaslub tersebut menghasilkan Daryatmo sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Alasan pemilihan ketum itu, karena kubu Sudding atau Daryatmo telah memecat Oso dari jabatan ketua umum dengan dugaan penyelewengan uang partai. (tim/redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...