KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Muhamad Arasy Arfin atau Aras (45) keluarga tak mampu yang tinggal di gubuk selama puluhan tahun diberitakan sebelumnya lantaran atas titah leluhurnya. Aras juga mengklaim mempunyai silsilah keturunan Majapahit, menurut Dinsos Kota Tangerang bakal menangani kondisi kejiwaannya.

Seperti diketahui Aras dan Yulianti (50) bersama enam anaknya Raja Wahyu Arfin (2018), Rizki Amelia (2018), Maharani Gifti (2010), Bintang Erlangga Saptahadi (2011), Dewa elang samudra (2014), Dewi Cipta Negara (2017) tinggal di Jalan Gempol, RT 01/02, Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Tinggal di gubug berkuran sekitar 3×3 m2 disebutkan mereka merupakan keluarga berstatus miskin sejak tahun 1975. Di tempat tinggalnya Aras mengklaim karena ada pusar bumi. Atas pesuruh leluhur jika ditinggalkan maka akan terjadi bala dan malapetaka. Salah satu alasan ketika anaknya belum di sekolahkan pun disebabkan belum ada ‘titah’ leluhur. Akhirnya memang nyaris belum tersentuh program pemerintah. Sementara menurut, Haryanto, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang mengaku telah menerjunkan petugas Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK).

Ditanya soal bisikan titah gaib sehingga menyebabkan keluarga tersebut tetap tinggal di gubug dan tidak menyekolahkan anaknya ia menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan RSUD Kota Tangerang. Nantinya di rumah sakit akan dilakukan pemerikasaan kejiwaan terhadap Muhamad Arasy Arfin (Aras).

“Kalau memang berdasarkan pemeriksaan dokter terindikasi mengalami gangguan jiwa, maka akan di lakukan pengobatan dan di rujuk ke RSJ Grogol, Jakarta,” ucap Haryanto ditemui penamerdeka.com, Jumat (11/5/2018).

Dinsos Kota Tangerang akan berkoordinasi lagi sebab soal pembiayaan rumah sakit akan ditanggung Dinas Kesehatan Kota Tangerang, sedangkan persoalan anaknya yang belum sekolah akan ditangani Dinas Pendidikan.

Dia melanjutkan, persoalan sosial yang dihadapi oleh keluarga Muhamad Arasy Arfin, merupakan persoalan lintas sektoral yang baru dihadapi oleh Dinsos.

“Maka perlu dilakukan analisa mendalam dan tepat, agar kami tidak salah langkah dalam mengambil keputusan,” terangnya.

Dinsos Kota Tangerang saat ini kata dia sedang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI supaya keluarga Aras bisa masuk kedalam program Rahabsos di Kementerian.

“Program itu, untuk masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal, nanti disana, mereka akan diberikan pelatihan selama dua bulan yang selanjutnya bisa dilanjutkan program trasmigrasi,” tandasnya. (yuyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *