HGN ads Bekasi

Tamatan SMK Sulit Kerja, DPRD: Pemprov Minim Inovasi

Dispora Klaim Bakal Punya Life Skills

0 216

BANTEN,PenaMerdeka – Tingginya angka pengangguran terbanyak disebut Badan Pusat Statistik (BPS) diisi tamatan SMK. Komisi V DPRD mengatakan lantaran kurangnya inovasi dan kreativitas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Politisi Partai Golkar Fitron Nur Ikhsan yang saat ini menjabat Sekretaris Komisi V DPRD Banten menyebut organisasi perangkat daerah (OPD) do bawah Pemprov Banten tidak memaksimalkan pelatihan dan bimbingan kepada siswa.

Padahal jika siswa SMK/SMA mumpuni potensinya sangat bisa diterima di perusahaan. Srhingga dapat menekan jumlah pengangguran di Banten.

“Saya kira, lulusan SMA SMK kurang maksimal diberikan bimbingan maupun pelatihan berwirausaha. Pemprov Banten kurang bisa berinovasi, sehingga serapan kerja pelajar rendah,” kata Fitron ditemui di Kantor DPRD Provinsi Banten, Rabu (20/11/2019).

Fitron juga mengatakan, pemerintah daerah sejatinya bisa merubah sistem pembelajaran siswa SMK maupun SMA. Mereka jangan juga didorong untuk mencari kerja, tapi menciptakan lapangan pekerjaan dan berinovasi.

“Kita harus mewujudkan sektor berwirausaha. Fasilitas berwirausaha untuk kalangan pelajar kurang baik, dan harus di tunjang kembali. Dengan memberikan modal awal kepala pelajar yang ingin berwirausaha, dan diberikan pelatihan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sementara Kadispora Provinsi Banten Deden Apriandi mengaku bahwa tahun 2020 Pemprov Banten bakal membangun gedung Life Skills seluas 1000 meter di Cikeusal, Kabupaten Pandeglang.

Gedung inipun didirikan dikhususkan untuk memberikan pelatihan berwirausaha kepada pemuda di Banten. Baik siswa lulusan SMK/SMA di Banten.

“Bahkan pembangunan gedung Life Skills juga bisa dipakai untuk pertemuan organisasi pemuda, maupun acara kepemudaan. Inipun telah di setujui oleh Pak Gubernur Banten maupun Pak Sekda, untuk mengurangi pengangguran di kalangan pemuda,” ujar Deden disinggung soal statmen Komisi V DPRD Banten perihal Pemprov Banten minim inovasi.

Deden juga menjelaskan, pembangunan gedung Life Skills menggunakan dana APBD TA 2020 sebesar Rp 6 miliar. Nantinya setelah adanya program life skills berjalan kemampuan pemuda atau lulusan dari siswa SMK/SMK bisa ditingkatkan.

“Semoga dengan adanya Gedung Life Skills, kemampuan pemuda dalam berwirausaha bisa ditingkatkan. Dengan dapat membantu program penuruan angka pengangguran dan kemiskinan di Banten,” pungkasnya. (red/tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE