Pemerintah Turki dibawah pimpinan Presiden Tayyip Erdogan membutuhkan parlemen oposisi untuk merubah konstitusi tentang upaya menangkal bahaya keamanan di negaranya. Maka dari itu dalam waktu dekat Erdogan akan memperkenalkan konstitusi baru di Turki.
Salah satu langkah perubahan yang dilakukannya adalah menempatkan militer dan badan intelijen Turki di bawah kendali dirinya. Hal tersebut menyusul peristiwa kudeta berdarah beberapa waktu lalu.
“Pemerintahaan membutuhkan dukungan dari partai-partai oposisi untuk mendorong perubahan ini, dimana dibutuhkan dua-pertiga suara dari Parlemen untuk membuat perubahan konstitusi. Kami akan memperkenalkan paket konstitusional kecil (keparlemen), yang jika disetujui akan membawa Organisasi Intelijen Nasional (MIT) dan Kepala Staf di bawah kendali Presiden,” kata Erdogan seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (31/7).
Kabar mengenai akan ada perubahan ini sejatinya sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Kala itu, seorang pejabat parlemen Turki mengatakan, Erdogan ingin membuat seluruh intrumen militer di bawah kendalinya untuk mencegah adanya upaya kudeta lanjutan.
Dikesempatan yang sama, ia juga mengatakan, kepala Angkatan Darat, Laut dan Udara juga harus memberikan laporan langsung setiap kegiatan yang dilakukan kepada Menteri Pertahanan FikriIsik.
Dikabarkan bahwa saat ini Pemerintah Turki terus melakukan penangkapan terhadap oknum yang terkait dengan Fethullah Gulen salah seorang yang dituding sebagai actor terjadinya kudeta. Bahkan kabar terbaru menyebutkan, otoritas keamanan Tukri disebut menangkap salahsatu orang kepercayaan Gulen. Sosok yang ditahan adalah Halis Hanci, ia disebut-sebut sebagai tangan kanan musuh nomor Presiden Turki Tayyip Erdogant ersebut.
Menurut juru bicara itu, Hanci diketahui masuk ke Turki dua hari sebelum upaya kudeta itu berlangsung. Hanci ditangkap di wilayah Trabzon, salahsatu wilayah di Istanbul.
Turki juga menangkap seorang keponakan Gulen. Ini adalah pertama kalinya salah satu kerabat dari Gulen mendapat tindakan tegas dari otoritas Turki. Muhammet Sait Gulendi bahwa ke ibukota Ankara setelah ia ditahan di Erzurum, sebelah timur Turki. Wilayah itu disebut-sebut menjadi wilayah tempat Gulen menyebarkan pandangannya dan dekat dengan tempat kelahirannya di Kocruk. (yuyu/dbs)







