TANGERANG, PenaMerdeka – Berkali kali DPRD Kota Tangerang telah mengusulkan adanya lahan untuk pembangunan sekolah madrasah negeri. Namun diberitakan lahan di Kota Tangerang harganya sudah melambung, maka pembangunan pendidikan berbasis agama sulit terealisasi. DPRD meminta Pemkot Tangerang care mencarikan tanah untuk sekolah madrasah.
Di Kota Tangerang saat ini jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri hanya satu sekolah, Madrasah Tsnawiyah (Mts) Negeri ada 3 dan terakhir Madrasah Aliyah Negeri (MAN) ada 2 sekolah. Ini tidak sesuai dengan animo masyarakat yang cukup tinggi untuk menyekolahkan anaknya di madrasah negeri.
Kini DPRD membentuk Perda Fasos Fasum yang lahannya salah satunya untuk pembangunan sekolah.
“Kami sudah mengusulkan adanya pembangunan madrasah, karena sejak satu tahun lalu kami sudah mengusulkan. pemerintah kota harus care (peduli, red) membangun sekolah yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya menjelaskan kepada PenaMerdeka.com, Minggu (17/12).
Pasalnya kata Amarno masyarakat Kota Tangerang dari tahun ke tahun minatnya sangat signifikan untuk sekolah di madrasah. Kalau di sekolah madrasah berbasis swasta mereka mengeluhkan soal biayanya yang mahal.
“Sekolah swasta kerap diminta biaya-biaya lain yang terkadang tidak terjangkau oleh masyarakat. Asumsinya kalau di sekolah madarasah negeri ada subsidi dari pemerintah,” kata Amarno menjelaskan.
Kedepan jika memang sulit terealisasi untuk membangun sekolah madrasah negeri, menurutnya akan diusulkan supaya pemerintah pusat atau daerah memberikan subsidi kepada siswa yang bersekolah di madrasah negeri.
“Memang sudah ada bantuan BOS dan yang lainnya untuk sekolah swasta. Tetapi akan lebih maksimal jika ada bantuan, tetapi pengawasannya diperketat supaya siswa tidak kerap diminta biaya lain di sekolah swasta,” ucapnya.
Persoalan pembiayaan sekolah agama memang harus berurusan dengan pemerintah pusat melalui Kementrian Agama (Kemenag) RI. Untuk rencana pembangunan sekolah Madrasah Negeri ini kata Amarno Komisi II DPRD Kota Tangerang kerap melakukan hearing dengan Kemenag setempat.
Dedi Mahpudin, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Kota Tangerang mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus satu visi misi untuk membangun pendidikan. Terlebih untuk pembangunan pendidikan berbasis sekolah madrasah negeri karena geliatnya cukup signifikan.
“Tahun 2017 pihak kami akan mengkomunikasikan persoalan ini kepada Walikota. Karena anggaran di Kemenag tidak ada untuk pengadaan lahan,” kata Dedi Mahpudin kepada PenaMerdeka.com, beberapa waktu lalu.
Prosesnya kata Dedi Miptahudin kita akan minta lahan dahulu ke Pemkot Tangerang, setelah diberikan nanti proses administrasinya akan diurus.
“Jadi rencananya seperti itu, kita konsen untuk anggaran pembangunannya. Nanti setelah pengalihan asset selesai dari Pemkot ke pihak Kemenag baru lahan itu bisa dibangun untuk sekolah,” ucapnya.
Menurut Dedi, untuk menyiasati animo masyarakat ke sekolah negeri maka ada solusi untuk membangun ruang kelas baru dan hal itu tidak sulit. Maka dari pihak madrasah sendiri sudah mengusulkan langsung ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten.
Sekarang ini untuk pembangunan sekolah baru apakah masih tesedia lahannya. Terkait salah satu wacana supaya Kemenag akan membiayai siswa ke swasta menurut dia regulasinya akan dibicarakan dengan pusat terlebih dahulu.
“Kita lihat regulasi dari pusat seperti apa soal subsidi kepada siswa di sekolah madrasah swasta. Doakan saja mudah-mudahan saja akan ada penambahan lahannya supaya ada sekolah baru. Yang terpenting harapan saya semoga ada kesamaan visi dan misi dalam membangun masyarakat Kota Tangerang dibidang pendidikan,” tandasnya menjelaskan. (deden/yuyu)







