Tangerang Selatan, PenaMerdeka – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di wilayah Tangerang Raya pada tahun 2016 meningkat signifikan, tetapi sebagian besar siswa tidak tertampung lantaran kapasitas jumlah sekolah dan kelas yang minim.
Untuk di MTs Negeri 1 Kota Tangerang ada 1. 225 peminat, tetapi hanya 30 persen saja yang menjadi siswa tetap. Begitu juga untuk wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), ketersediaan sekolah negerinya tidak memenuhi harapan. Meskipun kedua kota ini identik bermoto wilayah agamis.
Akhirnya karena tidak tertampung mereka berusaha mencari ke sekolah madrasah berlabel swasta. Minat masyarakat ke sekolah Madrasah negeri diberitakan meningkat karena alasan biaya yang bisa dijangkau dengan alasan mendapat bantuan subsidi dari pemerintah, hal ini juga jadi sebab tingginya PPDB Madrasah.
Sayangnya ditengah kebutuhan masyarakat ke madrasah negeri cukup signifikan, namun pemerintah daerah masih kesulitan untuk menyediakan lahan pembangunan sekolah.
“Dikarenakan keterbatasan kapasitas kelas, kami hanya bisa menampung segitu saja walaupun PPDB Madrasah Tsanawiyah cukup tinggi,” kata Safarudin, Kepala Sekolah MTs Negeri 1, Kota Tangerang kepada PenaMerdeka.com beberapa waktu lalu.
Safarudin mengungkapkan, memang antusias masyarakat semakin lama bertambah kepercayaannya untuk menimba ilmu di madrasah. Bisa saja menurutnya karena orang tua siswa menyadari betapa pentingnya pendidikan agama untuk anak mereka.
“Jadi mereka antusias memasukan anaknya ke sekolah madrasah karena di sini lebih mengajarkan anaknya ke pembinaan ahlak dan mental,” ucapnya Safarudin.
Sementara di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), jumlah Madrasah Negeri juga tercatat masih minim, untuk Madarasah Ibtidaiyah Negri (MIN) itu hanya baru ada dua.
Semetara untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri hanya satu sedangkan, Madrasah Aliyah Negri (MAN) itu juga baru ada satu dan lahan yang dipakai oleh sekolah tersebut masih berstatus hak guna pakai belum dihibahkan oleh Pemkot Tangsel ke pihak Kemenag.
Tatang Muridi (56) tokoh masyarakat Kota Tangsel meminta terhadap pemkot tangsel untuk segera melakukan penambahan pembangunan gedung madrasah negri. Menurutnya, selama ini walaupun banyak sekolah madrasah swasta, akan tetapi soal pembiayaannya disebutkan oleh dia cukup tinggi.
“Jadi misalkan di Kota Tangsel banyak berdiri sekolah madrasah negeri masyarakat juga tidak bakal ngeluh soal pembayaran karena sudah di tanggung oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, kalau terkendala dari segi lahan kata Muridi masih banyak lahan fasos fasum yang saat ini tidak digunakan.
“Seharusnya itu dimanfaatkan sebagai sarana sekolah Madrasah Negeri dan saya sangat setuju apabila Pemkot menghibahkan lahannya untuk pembangunan sekolah berbasis agama karena moto Kota Tangsel religius,” ungkapnya
Sementara itu, Suhardi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikma) Kementrian Agama Kota Tangsel mengakui kalau sekolah madrasah yang negri itu masih sangat minim di kota yang bermotokan Cerdas, Modern dan Religius ini.
“Peminat masyarakat sendiri untuk menyekolahkan anaknya sangat tinggi, buktinya di PPDB Madrasah Negeri tahun 2016 kemarin cukup tinggi. Di MTn Negeri 1 Kota Tangsel ada sebanyak 1500 murid yang mendaftar. Namun lagi lagi jumlah ruangannya yang hanya dapat menampung sekitar 300 siswa saja,” tandasnya
Ia juga menjelaskan idealnya sendiri sekolah Madrasah Negeri seharusnya di setiap kecamatan ada satu, mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negri (MTsN) hingga Madrasah Aliyah Negri (MAN).
Karena menurutnya, hal ini juga menjadi keinginan masyarakat Kota Tangsel, di swasta memang baik dan sama saja dari segi pembelajarannya. Hanya kalau di swasta itu kekurangannya di tenaga pendidiknya yang masih banyak honorer.
“Ya kalau di setiap kecamatan di bangun madrasah negri itu sangat bagus sekali, toh yang di didik juga anak tangsel buktinya anak madrasah memiliki kualitas bagus misalkan kemaren dapat membawa nama harum kota tangsel di Pospenas VII Banten,” pungkasnya. (herman)







