Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

ICW : APBD Pendidikan Minim, Hapipi Nyatakan Belum Puas

PenaMerdeka – Ade Irawan, Koordinator Indonesian Coruption Wacth (ICW) menyatakan, soal pembiayaan pendidikan yang digelontorkan dalam APBN dan APBD setiap tahunnya mengalami peningkatan, tetapi ia menilai esensial secara langsung.

“Memang anggaran pendidikan di daerah dan pusat naik pada setiap tahun. Tetapi esensinya tidak masuk ke kebutuhan pendidikan secara langsung. Padahal jika melihat rumusan awal harus minus dari biaya kedinasan dan gaji belanja pegawai,” kata Ade beberapa waktu lalu.

Artinya, komponen biaya rutin seperti gaji yang akan dimasukan dalam anggaran pendidikan jauh lebih banyak dari perkiraan sekarang.

Sudah pasti dalam proses penganggaran, pembayaran gaji akan menjadi prioritas. Sedangkan program untuk membuka akses bagi warga dan meningkatkan kualitas pelayanan tinggal menunggu sisa anggaran saja, katanya menjelaskan.

Pemerintah lupa bahwa substansi dari amanat UUD 1945 yang mewajibkan tersedia anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan bukan hanya agar pemerintah bisa menyediakan hak dasar bagi warga, tapi juga karena pendidikan merupakan kebutuhan yang amat penting setelah Indonesia merdeka.

Pemasukan angka 20% anggaran pendidikan dari APBN / APBD saat amandemen UUD 45 pada dasarnya muncul untuk megejar ketertinggalan pendidikan Indonesia di lingkup negara lainnya. Sebelumnya, Amandemen UUD 45 dan ketentuan UU Sisdiknas diterbitkan dikabarkan bahwa anggaran tersebut ditaksir sudah mencapai 16%.

Hapipi, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang mengungkapkan terkait bahwa anggaran pendidikan di kota berjuluk Akhlakul Karimah sekitar 28% pada tahun 2016 ini masih belum mencapai tingkat kepuasan.

“Kalau dibilang tidak puas, saya bilang tidak puas. Lantaran biaya itu termasuk alokasi biaya gaji, insentif atau kebutuhan para pendidik lainnya,” katanya menegaskan.

Hapipi menerangkan, yang ideal anggaran pengembangan harus terpisah. Politisi asal partai Golkar ini menambahkan, sesuai dengan visi kota yang cerdas kita harus konsentrasi terhadap pembangunan dan pengembangan dunia pendidikan.

Karena dalam sejarah Kota Tangerang, dahulu kita bahkan mampu menganggarkan sampai 48% dalam APBD. “Jumlah penduduk yang semakin bertambah, anggaran pendidikan pada APBD 2016 ini semestinya harus ditambah untuk mendongkrak kemajuan pendidikan,” ucapnya. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...