Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Janur Tuding Pemkot Lamban Urus Kepentingan Pendidikan

PenaMerdeka – Ketua LSM Jaringan Nurani Rakyat, Ade Yunus, menilai Pemkot dalam hal ini Dindikbud lambat merespon usulan warga terkait rencana relokasi sekolah tersebut. Pasalnya hingga saat ini belum ada progres yang signifikan.

“Sampai saat ini belum ada progres. Sudah lama kami mendengar sekolah itu terkendala lahan. Kalau memang ada Lahan fasos fasum dari pengembang ya harus ditelusuri, apakah sudah diserahkan sebagai asset pemerintah atau belum. Kalau sudah diserahkan dan dibiarkan maka ada indikasi penelantaran asset pemerintah. Itu tidak dibenarkan dalam aturan dan ada dampak hukumnya.” katanya.

Sebaliknya Ade menyayangkan jika pengunaan lahan fasos fasum dimanfaatkan  untuk kepentingan pribadi semata. Ini yang harus diwaspadai, karena jika benar itu lahan fasos-fasum bisa digunakan untuk kepentingan fasilitas umum. Karena sejatinya pengunaan fasos fasum itu untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau lahan itu ternyata tidak bisa dipakai, kan  ada solusi lain. Pemerintah bisa mencari lahan  untuk dibeli ketimbang kedepan anggarannya Pemkot Silpa,” ujarnya.

Ade  menambahkan, seharusnya pelaksanaan Musrembang baik  di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan tingkat Kota Tangerang perlu  dikawal. Sehingga cita-cita   kota berjuluk akhlakul karimah menjadi  kota layak huni dapat dibarengi dengan pembenahan sektor pendidikan.

“Ini harus sejalan. Makanya Dinas Pendidikan sebagai leading sektor harus pro aktif untuk mengawal persoalan ini. Kan Dinas bangunan hanya sebagai pelaksana tekhnis.

Lebih jauh Ade Yunus menejelaskan, bahwa saat ini Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tengah giat atau melakukan upaya penyelematan asset-asset Negara. Karena selama ini banyak sejumlah oknum dan pengusaha nakal tidak mengindahkan ketentuan asset fasos-fasum yang ada.

Ia mengatakan, asset pemerintah daerah pun saat ini dikabarkan banyak yang hilang. Karenanya, pemkot harus membuat tim untuk menyelamatkan asset yang ada di Kota Tangerang. Pasalnya ia beralasan, ketika pemerintah daerah ingin membangun sarana pendidikan dan kesehatan tidak kesulitan.

Sementara itu pihak wilayah, dalam hal ini Kelurahan Pedurenan mengaku sudah berkoordinasi dengan UPTD Kecamatan Karang Tengah. Mereka juga ingin agar lahan fasos fasum yang direncanakan akan dibangun SDN tersebut bisa dipakai untuk pembangunan Pos Yandu.

“Kami bersama Pak Lurah akan Sementara untuk memastikan ketersediaan lahan fasos fasum di kawasan itu,” ujar Sekretaris Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah.

Ia berencana akan menghubungi pihak pengembang Perumahan Griya Kencana yaitu PT. Papan Sejahtera. (Red Pm)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...