Begini Kronologis Penyiraman Air Keras pada Novel Baswedan

JAKARTA, PenaMerdeka – Wisnu Broto Ketua RT 03/010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara menceritakan kronologis penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada Selasa (11/4/2017).

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.10 WIB, dimana warga pada saat itu masih berdzikir di dalam masjid dan dikejutkan oleh suara teriakan orang dari luar masjid Jami Al-Ihsan tempat Novel Baswedan shalat. Warga yang terkejut mendengar teriakan tersebut langsung berhamburan keluar, tidak tahunya pas dilihat oleh warga merupakan teriakan Novel.

“Biasanya pak Novel setelah shalat langsung pulang siap-siap untuk berangkat kerja, setelah tidak lama meninggal masjid dia kembali lagi sambil berteriak, Pak Novel langsung membasuh mukanya dengan air yang biasa dibuat untuk wudhu dan meminta ke warga sini agar dibawa ke Rumah Sakit,” ujar Wisnu.

Akhirnya lanjut Wisnu, warga bersama dirinya langsung membawa Novel ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Jalan Bukit Gading Raya, Kelapa Gading.

“Kejadian penyiraman air keras  pada Pak Novel begitu singkat,” ungkapnya.
Sementara itu,

Mardiah (49) salah satu warga yang tinggal persis depan lokasi kejadian, mendengar suara teriakan serta suara cangkir besi yang jatuh ke aspal pada saat hendak membuang sampah.

“Saya mendengarkan suara cangkir itu yang jatuh, tak lama kemudian mendengar suara teriakan, saya kira maling gak taunya pak Novel telah menjadi korban penyiraman air keras,” terangnya.

Dirinya juga mendengarkan suara motor yang diduga digunakan oleh pelaku, sebelum ada kejadian seperti ini pihaknya setiap pagi sempat melihat orang yang tidak dikenal sembunyi di sebelah mobil.

“Tapi gak tau juga ada hubungannya apa gak penyiraman air keras pada pak Novel dengan orang yang sembunyi di sebelah mobil itu, memang setiap shalat shubuh di masjid,” tandasnya. (man/dbs)

Disarankan
Click To Comments